oleh

Wali Nagari Talu Imbau Warga Kawasan Rawan Longsor Segera Evakuasi Saat Hujan

Talu, Pasaman Barat – Wali Nagari Talu, Mahyu Danil, mengimbau seluruh masyarakat yang bermukim di kawasan rawan longsor seperti Kampung Solok Masih, Halaban, dan Pasanggiang agar segera melakukan evakuasi atau mengungsi ke tempat aman ketika terjadi hujan derasderas.

Himbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko korban akibat bencana longsor yang kerap mengancam wilayah tersebut.

Pesan waspada ini disebarluaskan secara aktif melalui grup WhatsApp kampung dan jorongan, serta berbagai platform media sosial dalam rangka menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Nagari Talu.

Warga diminta menggunakan saluran komunikasi tersebut untuk selalu waspada dan siap mengevakuasi diri ketika cuaca buruk melanda

Wali Nagari Mahyu Danil mengatakan, “Warga yang tinggal di zona rawan longsor bisa mengungsi ke posko yang telah disiapkan, seperti kantor Wali Nagari Talu, Gedung Pertemuan Mes Pemda, serta Gedung Serbaguna Nagari”

Tanda-tanda Potensi LongsorWarga juga diingatkan untuk mengenali sejumlah tanda-tanda potensi longsor yang berbahaya, antara lain:

Curah hujan tinggi dan berlangsung lama, Munculnya retakan tanah di lerengKemunculan mata air baru di sekitar area longsor, Pohon atau tiang listrik yang mulai miring, Suara gemuruh dari bukit atau tebing di sekitar lokasi.

“Dalam menghadapi keadaan darurat, masyarakat diingatkan untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang, Jangan panik dan ikuti arahan petugas evakuasim

Segera menuju titik kumpul atau lokasi evakuasi yang telah ditentukan. Berikan bantuan khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

“Hindari kembali ke area berbahaya untuk mengambil barang, karena risiko longsor susulan sangat tinggiPantau informasi terkini dari saluran resmi seperti Media sosial, WAG, televisi, aplikasi peringatan dini BMKG, dan BPBD setempatImbauan Pemantauan MandiriSelain itu, masyarakat di wilayah rawan longsor dianjurkan melakukan pemantauan mandiri terhadap potensi gerakan tanah melalui peta prakiraan dari Badan Geologi, serta memantau kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wali Nagari Mahyu Danil mengajak seluruh warga untuk selalu waspada dan menjaga komunikasi agar kesiapsiagaan bisa berjalan efektif, sehingga korban dan kerusakan akibat bencana longsor dapat diminimalisir.