oleh

Relawan PMI Talamau Ciptakan Early Warning System Inovatif untuk Deteksi Longsor di Pasanggiang

 

Pasaman Barat, Figurnews — Pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa minggu lalu, Kampung Pasanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, masih berstatus waspada dengan munculnya titik rawan longsor baru.

Kolaborasi teknologi antara Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Talamau dan tiga relawan muda—M. Aidil Fahmi, Dimas Nugraha Irvando, dan Hamdhani menghasilkan alat peringatan dini (Early Warning System/EWS) sederhana namun canggih, dirakit hanya dalam dua hari.

Alat EWS ini memanfaatkan sensor deteksi pergerakan tanah berbasis mekanik sederhana yang mampu mendeteksi perpindahan minimal 5 sentimeter.

Saat ambang batas terlampaui, sistem otomatis mengaktifkan sirene keras dan lampu LED berkedip terang, memberikan sinyal visual dan auditori yang efektif hingga radius puluhan meter.

Sumber daya utamanya adalah baterai rechargeable tahan lama, memastikan operasional penuh bahkan saat pemadaman listrik akibat bencana—desain low-power consumption yang ideal untuk daerah terpencil tanpa infrastruktur listrik stabil.

Spesifikasi Teknis Utama Sensor:

Mekanik tilt-switch untuk deteksi pergerakan tanah ≥5 cm.

Output Alert: Sirene 100 dB + LED strobe (daya 12V).

Power: Baterai 12V/7Ah (autonomous hingga 72 jam).

Biaya Produksi: Di bawah Rp500.000 per unit, mudah dirakit dengan komponen lokal seperti Arduino mini (opsional untuk upgrade IoT).

Skalabilitas: Modular, bisa diintegrasikan dengan SMS gateway atau app monitoring via GSM module untuk notifikasi jarak jauh.

Relawan muda yang aktif di organisasi kepemudaan Talamau ini memanfaatkan keterampilan maker mereka, didukung PMI Kabupaten Pasaman Barat, untuk prototyping cepat.

“Teknologi sederhana ini jadi game-changer untuk mitigasi bencana. Kami buktikan solusi high-impact bisa lahir dari gotong royong lokal,” kata Ketua PMI Talamau, Yuheldi.

Inisiatif ini tak hanya antisipasi longsor susulan di Pasanggiang, tapi juga blueprint untuk replikasi di titik rawan lain di Pasaman Barat.

Dengan potensi upgrade ke IoT berbasis cloud, EWS ini bisa terhubung ke pusat komando bencana, memperkuat resiliensi teknologi masyarakat terhadap hydrometeorologi ekstrem.