oleh

Pasaman Barat Upayakan Penyaluran Logistik Maksimal untuk Korban Longsor dan Banjir

Simpang Empat, Figurnews – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, secara intensif menyalurkan bantuan berupa beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) untuk membantu warga yang terdampak bencana alam, seperti longsor dan banjir, di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah disalurkan sebanyak 27,86 ton beras cadangan pangan dari Bulog kepada warga yang membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan pangan terutama beras untuk para korban bencana masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala distribusi.

“Selain dari cadangan pangan pemerintah daerah, kita juga akan segera mendistribusikan sekitar 45 ton beras cadangan dari pemerintah pusat yang berada di Badan Pangan Nasional. Penyaluran tersebut akan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” jelas Eka Diana.

Penyaluran logistik ini akan terus berlanjut demi memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Rencananya, pada hari Jumat (5/12), akan dikirim tambahan beras sebanyak 4 ton ke Kecamatan Talamau guna mendukung warga di sana.

Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, menambahkan bahwa pendistribusian logistik berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Setiap posko tanggap darurat di nagari (desa) sudah menerima dan menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Masyarakat yang belum menerima bantuan kami harap segera melapor ke pemerintah nagari masing-masing. Kami berkomitmen agar tidak ada warga yang kesulitan memperoleh logistik,” tegas Ihpan.

Pemerintah juga masih fokus pada usaha pencarian empat warga yang tertimbun longsor di Tinggam Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau.

Longsor yang terjadi pada Jumat pagi, 28 November 2025, ini menelan korban jiwa dan menyebabkan lima orang tertimbun tanah longsor.

Satu korban bernama Yelma Yunita (41) telah ditemukan dan dimakamkan pada Senin, 1 Desember 2025.

Sedangkan empat korban lainnya—Raffael Gusti (7), Diam Fernanda (24), Amrizal (38), dan Nurhayati (35)—masih dalam pencarian oleh tim gabungan.Pasaman Barat terus bergerak cepat menyalurkan bantuan dan melakukan upaya penanganan bagi warga terdampak guna meminimalisir dampak bencana dan mempercepat pemulihan masyarakat.