oleh

Anggota GM Pro Muba Pertanyakan Gaji Guru Honorer Swasta dan Madrasah

Musi Banyuasin,Figurnews, — Ketua GM Pro Muba, Rizon, mengungkapkan bahwa dua anggota GM Pro Muba, Ranti dan Ria, yang menjadi perwakilan sekitar 2.700 guru honorer swasta dan madrasah swasta di Kabupaten Musi Banyuasin, secara resmi melayangkan surat ke DPRD Musi Banyuasin, Senin (15/12/2025).

Menurut Rizon, kedatangan kedua anggotanya tersebut bertujuan untuk mempertanyakan perubahan kebijakan gaji guru honorer swasta dan madrasah swasta pada tahun anggaran 2025.

Rizon menyebutkan, berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Musi Banyuasin beberapa waktu lalu, anggaran gaji yang sebelumnya dialokasikan untuk guru honorer swasta dan madrasah swasta diduga telah dialihfungsikan.

“Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa dana anggaran tahun 2025 untuk gaji guru honorer swasta dan madrasah swasta sudah dialihkan atau bahkan dibagi-bagikan ke OPD atau dinas lain,” ujar Rizon.

Ia menilai, informasi tersebut menimbulkan pertanyaan besar, mengingat peran guru honorer swasta dan madrasah swasta selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Musi Banyuasin. Jika benar terjadi pengalihan anggaran tanpa kejelasan, hal itu berpotensi berdampak langsung terhadap kesejahteraan ribuan tenaga pendidik.

GM Pro Muba, lanjut Rizon, mendesak DPRD Musi Banyuasin untuk segera memanggil pihak-pihak terkait, khususnya Dikbud Musi Banyuasin dan instansi pengelola anggaran daerah, guna memberikan penjelasan secara terbuka terkait perubahan alokasi anggaran tersebut. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan berkepanjangan di kalangan guru honorer.

“Ini menyangkut hak hidup dan keberlangsungan pengabdian para guru. Kami meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal,” tegasnya.