Pagar Alam-Sumsel,Figurnews – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan mengambil langkah tegas untuk menekan defisit bawang merah yang selama ini menjadi penyumbang inflasi pangan di Sumsel. Melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Pagar Alam, BI menggelar panen raya bawang merah di Kecamatan Dempo Utara, beberapa waktu lalu, sebagai strategi memperkuat produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel, Duddy Adiyatna, menegaskan bahwa penguatan budidaya bawang merah menjadi langkah penting dalam pengendalian inflasi daerah.
“Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang masih mengalami defisit di wilayah Sumatera Selatan. Karena itu, BI bersama TPID terus mendorong perluasan budidaya agar pasokan lokal makin kuat dan tekanan inflasi dapat ditekan,”kata Duddy dalam siaran resminya, Selasa (18/11/2025)
Duddy menjelaskan bahwa program bantuan yang diberikan BI, mulai dari benih unggul bersertifikat, sprayer, cultivator, mulsa plastik hingga pupuk organik, menjadi faktor utama peningkatan produktivitas.
“Bantuan ini kami berikan untuk mendorong hasil panen yang lebih optimal. Bahkan, melalui penggunaan teknologi budidaya yang lebih efisien, produktivitas panen kali ini mencapai 15,7 ton per hektare atau meningkat 15 persen dibanding musim sebelumnya,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran demplot bawang merah sebagai sarana riset lapangan untuk mencari varietas yang paling cocok di Pagar Alam.
“Demplot ini penting untuk memastikan varietas yang benar-benar sesuai dengan agroklimat Pagar Alam. Kami juga mendorong kelompok tani yang berhasil agar dapat berbagi pengalaman dengan poktan lainnya sehingga dampaknya lebih luas,” tambahnya.
Tidak hanya di sisi produksi, BI juga memastikan akses pasar mulai terbentuk.
“Kemitraan pemasaran dengan pedagang lokal hingga pembeli dari luar daerah mulai berjalan. Ini penting agar petani mendapat kepastian penyerapan hasil panen,” ungkap Duddy.
Pemerintah Kota Pagar Alam melalui Wakil Wali Kota Pagar Alam, Bertha, menilai kolaborasi ini membawa dampak langsung bagi petani sekaligus stabilitas harga pangan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BI yang turun langsung mendampingi petani. Hasil panen yang meningkat ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Bertha memastikan pemerintah daerah akan melanjutkan dan memperluas program pengembangan bawang merah di wilayahnya.
“Kami berkomitmen memperluas lahan, memperkuat kelembagaan petani, serta mendorong pengembangan klaster bawang merah sebagai strategi jangka panjang menghadapi inflasi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pagar Alam tidak hanya berpotensi menjadi sentra wisata, tetapi juga lumbung produksi komoditas strategis.
“Kami ingin Pagar Alam menjadi sentra bawang merah Sumsel. Dengan dukungan agroklimat yang cocok dan semangat petani yang tinggi, ini sangat mungkin diwujudkan,” ujarnya.
Panen raya ini menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui operasi pasar, tetapi membutuhkan intervensi hulu berupa penguatan produksi. Dengan sinergi BI dan Pemkot Pagar Alam, pasokan bawang merah diproyeksikan semakin stabil, harga terkendali, dan kesejahteraan petani meningkat.








