oleh

Bank Indonesia Sumsel Dorong Akselerasi Digitalisasi untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Palembang, Figurnews , Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital guna memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi daerah. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Temu Responden 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Arista Palembang, Selasa (14/10/2025)

Dengan mengusung tema “Percepatan Digitalisasi Ekonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Sumatera Selatan yang Tangguh,” kegiatan tahunan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga statistik dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang adaptif terhadap era digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, menyebut bahwa percepatan digitalisasi merupakan langkah kunci agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.

“Digitalisasi meningkatkan efisiensi, transparansi, dan membuka akses bagi pelaku usaha — khususnya UMKM dan pedagang pasar tradisional — untuk memperluas pasar serta meningkatkan produktivitas,” ujar Bambang.

Bambang menegaskan, perumusan kebijakan moneter dan rekomendasi ekonomi yang akurat membutuhkan dukungan data dari berbagai responden survei. Dukungan tersebut, katanya, menjadi komponen penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8%, namun pertumbuhan tersebut harus tetap terjaga agar tidak menimbulkan tekanan inflasi. Karena itu, data dari responden sangat vital,” tambahnya.

BI Sumsel juga terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, dan perbankan agar setiap kebijakan sejalan dengan kondisi riil perekonomian daerah.

Sebagai bentuk apresiasi, BI memberikan penghargaan kepada para penyedia data terbaik, di antaranya PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PTPN IV Regional 7, Opi Mall, Toko Sepatu Samudera, PT Sekawan Kontrindo, dan Pak Hermansyah sebagai responden survei pemantauan harga. BPS Provinsi Sumsel dinobatkan sebagai Mitra Strategis Terbaik, sementara Yulia Putri dari PT Sigma Research menerima penghargaan Surveyor Terbaik.

Acara juga menghadirkan motivational speaker nasional Andrie Wongso dengan tema “Semangat Usaha di Era Digital”, serta talkshow bersama Aviliani (Ekonom Senior INDEF), Marpaleni (BPS Sumsel), dan Rafael Tan (Entrepreneur).

Dalam diskusi, Aviliani menekankan manfaat digitalisasi sistem pembayaran seperti QRIS yang tidak hanya memudahkan transaksi tetapi juga membantu perbankan dalam credit scoring bagi pelaku usaha.

“Dengan QRIS, transaksi lebih transparan dan efisien. Ini membuka akses pembiayaan bagi merchant, khususnya UMKM,” jelas Aviliani.

Rafael Tan menambahkan bahwa pelaku usaha harus berani memanfaatkan media sosial dan teknologi digital sebagai strategi bertahan di tengah perubahan pasar.

“Jangan takut pada teknologi, takutlah pada stagnasi. Di era digital, kita harus terus belajar dan beradaptasi,” ujarnya.

Melalui Temu Responden 2025, BI Sumsel berharap sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat guna mempercepat digitalisasi dan mendorong ekonomi Sumatera Selatan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

Sebagai bagian dari transparansi data, BI juga membuka akses publik terhadap publikasi resmi seperti Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA) dan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumsel yang dapat diunduh di situs resmi www.bi.go.id.