oleh

Bank Indonesia Dorong Sinergi Investasi Berkelanjutan Lewat Sriwijaya Economic Forum 2025

Palembang,Figurnews Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem investasi daerah melalui ajang 2nd Sriwijaya Economic Forum, yang digelar di Ballroom Hotel The Excelton Palembang, Selasa (21/10/2025).

Dengan mengusung tema “Strengthening Investment in South Sumatra to Enhance Economic Resilience Amid Global Headwinds,” forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga keuangan dalam mendorong investasi yang berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memperkuat daya saing daerah.

“Bank Indonesia berperan tidak hanya sebagai otoritas moneter, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi kebijakan dan dukungan terhadap peningkatan investasi,” ujar Bambang.

Ia mengungkapkan, realisasi investasi Sumsel pada triwulan II 2025 mencapai Rp12,67 triliun atau 62,09 persen dari target RPJMD. Dari jumlah tersebut, sekitar 79 persen berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA), dengan dominasi investor asal Singapura. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kota Palembang tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi investasi terbesar.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Sumatera Selatan yang terus terjaga,” tambahnya.

Selain mendorong arus investasi, BI juga berperan aktif menjaga inflasi tetap terkendali di angka 3,44 persen (yoy) melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dukungan terhadap sektor riil, seperti pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan besar serta eceran, menjadi bagian dari strategi BI untuk menjaga daya tahan ekonomi daerah.

Bambang menambahkan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada akhir 2025 akan berada di kisaran 4,8–5,6 persen, didorong oleh stabilitas moneter, penguatan investasi, dan optimalisasi potensi daerah.

“Momentum ini kami harapkan menjadi landasan bagi transformasi ekonomi Sumatera Selatan menuju arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Dr. H. Edward Candra, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Bank Indonesia dalam mendorong sinergi lintas sektor. Ia menilai, keberadaan forum ini memberikan ruang dialog produktif untuk memperkuat kebijakan investasi daerah.

“Peran BI sangat vital dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro. Kolaborasi ini menjadi pondasi utama dalam mewujudkan investasi berkualitas dan berkelanjutan,” kata Edward.

Edward menambahkan, Pemprov Sumsel turut memperkuat regulasi penanaman modal melalui Perda Nomor 5 Tahun 2022 dan Pergub Nomor 32 Tahun 2023, serta mempercepat pengembangan Investment Project Ready to Offer (IPRO) sebagai langkah konkret menarik investor.

News Feed