oleh

Ekspor Kerupuk Palembang Tembus Pasar Taiwan, Bukti UMKM Lokal Mampu Saingi Ekspor Bahan Mentah

Palembang,Figurnews Di tengah dominasi ekspor Sumatera Selatan yang masih bertumpu pada komoditas mentah seperti batubara, karet, dan pulp, sebuah terobosan baru datang dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). PT Awan Crackers Food Indonesia, UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Sumsel, resmi mengekspor 17,16 ton kerupuk ikan (kemplang) dan 1 ton gula merah ke Taiwan dengan nilai mencapai Rp589,92 juta.

Pelepasan ekspor yang berlangsung di Lapangan Peti Kemas Pelindo, Boom Baru, Kamis (24/9), menjadi momentum penting bahwa produk olahan lokal juga mampu menembus pasar global. Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menegaskan, “Selama ini ekspor kita didominasi bahan mentah. Ekspor kerupuk dan gula merah ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM bisa bersaing dan memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah.”

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, menilai ekspor UMKM ini sejalan dengan upaya mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran kolaborasi lintas pihak—mulai dari BI, Pemprov Sumsel, perbankan, hingga Pelindo. “Program kami bersifat end-to-end, dari tahap subsisten, go digital, hingga go export. UMKM seperti Awan Crackers adalah contoh nyata bagaimana hilirisasi produk perikanan bisa memperkuat ekonomi lokal sekaligus berkontribusi ke ekspor nasional,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid, yang menyebut sektor makanan dan minuman Indonesia rata-rata tumbuh 6 persen per tahun. Ia menegaskan bahwa Kemendag siap mendukung UMKM lewat fasilitasi business matching dengan pembeli global hingga sertifikasi standar internasional.

Pemilik PT Awan Crackers, Kurniawan, menyebut ekspor ini sebagai langkah awal. “Harapan kami, semakin banyak produk lokal Sumsel bisa bersaing di pasar internasional. Dari lokal menuju global bukan hanya slogan, tapi semangat,” ungkapnya.

Pemilihan Pelabuhan Boom Baru juga mempertegas kesiapan Sumsel sebagai pintu ekspor. Dengan kapasitas 212 ribu TEUs per tahun, pelabuhan ini baru terpakai 54 persen sehingga masih memiliki ruang besar untuk pengembangan.

Ke depan, BI Sumsel bersama Pemprov berharap momentum ini dapat menumbuhkan optimisme baru bagi UMKM agar tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga kontributor penting pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk olahan.