oleh

Blueprint Sistem Pembayaran 2030, Pondasi Ekonomi Digital Indonesia

Yogyakarta, Figurnews Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjadikan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 sebagai pondasi utama dalam pembangunan ekonomi digital nasional. Melalui blueprint tersebut, BI mendorong transformasi sistem pembayaran menjadi lebih inklusif, efisien, dan aman, sekaligus menopang target besar Indonesia Emas 2045. Minggu (28/09/2025).

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Dicky kusnadi perwakilan dari Bank Indonesia saat mengisi materi pada kegiatan Capacity Building wartawan ekonomi di Yogyakarta beberapa hari lalu.

Dia menyampaikan, sistem pembayaran digital tidak lagi dipandang sebatas infrastruktur, melainkan katalis pembangunan ekonomi. “BSPI 2030 dirancang untuk menjamin fungsi bank sentral dalam pengedaran uang, kebijakan moneter, serta stabilitas sistem keuangan. Digitalisasi sistem pembayaran menjadi pintu masuk dan perekat transformasi ekonomi-keuangan digital,” ujarnya.

Dalam blueprint ini, BI menekankan prinsip 3S (Standardisasi, Simplifikasi, dan Sistematisasi) sebagai arah strategis pengembangan sistem pembayaran. Tujuannya adalah menghadirkan layanan transaksi yang cepat, murah, aman, serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu bukti nyata inovasi adalah hadirnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang sejak 2019 telah menjadi game changer. QRIS terbukti mendorong efisiensi biaya transaksi, memperluas akses keuangan digital bagi UMKM, dan meningkatkan perputaran ekonomi. Bahkan, sejumlah pedagang kecil mengaku pendapatan mereka naik signifikan setelah menggunakan QRIS.

Tak hanya itu, BI juga menghadirkan inovasi QRIS TAP berbasis teknologi NFC (Near Field Communication) yang memungkinkan pembayaran tanpa sentuh (contactless). Fitur ini mulai diterapkan di sektor transportasi dan akan diperluas ke pariwisata serta layanan kesehatan.

BSPI 2030 juga mencakup strategi penguatan interlink antara bank dan fintech untuk menghindari risiko shadow banking. Selain itu, konektivitas pembayaran lintas negara (cross-border payment) terus diperluas, mendukung perdagangan, remitansi, dan pariwisata antarnegara.

“Dengan BSPI 2030, digitalisasi dan inovasi menjadi fondasi lompatan besar ekonomi Indonesia. Kolaborasi erat antara BI, pemerintah, industri, hingga masyarakat akan mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutupnya