Kota Blitar(Jatim), FigurNews.com – Rencana pengembangan pasar suvenir di kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK), Kota Blitar, Jawa Timur, saat ini tengah menghadapi kendala terkait masalah lahan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar sedang melakukan kajian terkait rencana pengembangan pasar suvenir yang terletak di utara makam. Namun, pengembangan tersebut masih menunggu proses permohonan tukar guling lahan makam Katolik yang berada di dekat pasar.
Kepala Disbudpar Kota Blitar, Edy Wasono, menjelaskan bahwa kajian ini sedang diselesaikan dan nantinya akan melibatkan keluarga dan pengurus makam untuk membahas lebih lanjut.
“Kami masih dalam proses kajian. Setelah itu, kami akan mengundang para keluarga dan pengurus makam di sana untuk berdiskusi lebih lanjut,” ujarnya pada Rabu, 29 Januari 2025.
Menurut Edy, pengembangan pasar suvenir ini bertujuan untuk memperluas area pasar yang kini sudah terbilang penuh sesak. Saat ini, jumlah pedagang di pasar suvenir sudah melampaui kapasitas yang disediakan. Pasar yang seharusnya hanya menampung 200 pedagang, kini dihuni lebih dari 300 pedagang, sehingga menyebabkan kondisi pasar yang overload.
“Oleh karena itu, kami perlu memperluas lahan agar pengembangan pasar suvenir bisa berjalan sesuai rencana,” tambahnya.
Untuk itu, salah satu langkah yang diperlukan adalah melakukan relokasi area makam Katolik yang berada di dekat pasar suvenir, guna membuka lahan yang lebih luas untuk pedagang.
Pengembangan pasar suvenir ini juga akan mencakup penambahan beberapa ruang untuk branding dan promosi kawasan wisata Makam Bung Karno. Salah satu rencana utama adalah pembangunan ruang storytelling yang akan menceritakan perjalanan hidup Bung Karno, mulai dari kelahirannya hingga wafatnya.
“Kami ingin menciptakan ruang yang lebih menarik dan informatif bagi pengunjung, sehingga mereka bisa memahami lebih dalam tentang sejarah Bung Karno setelah berziarah,” kata Edy.
Pasar suvenir ini, yang terletak di pintu keluar makam, memiliki peran strategis sebagai bagian dari promosi dan branding kawasan wisata Makam Bung Karno. Oleh karena itu, Disbudpar berharap pengembangan pasar ini dapat meningkatkan daya tarik wisatawan dan mendukung perekonomian lokal.
Namun, Edy menekankan bahwa pengembangan pasar suvenir tidak akan bisa dilaksanakan tanpa adanya perluasan lahan. Untuk itu, Disbudpar sedang melakukan kajian sebagai dasar permohonan tukar guling tanah makam Katolik di sekitar pasar.
“Kajian ini akan menjadi dasar kami dalam mengajukan permohonan tukar guling tanah makam di lokasi. Kami masih berusaha, namun belum tentu tukar guling ini dapat dilaksanakan,” ungkapnya.
Dengan adanya kajian dan rencana pengembangan ini, diharapkan pasar suvenir di kawasan Makam Bung Karno dapat lebih tertata rapi dan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi para pengunjung, sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata yang lebih baik di Kota Blitar.
Pewarta. Mj








