oleh

Banjir Bandang di Kapuas Tengah Diduga Dampak Dari Aktivitas Penambangan

Kalteng, Figurnews.com  – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalimantan Tengah pada Minggu (26/01) menyebabkan banjir bandang yang melanda Dusun Mamput dan Desa Baronang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas. Selain merendam rumah warga, banjir juga memutus akses jalan di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Pj. Bupati Kapuas, Ir. H. Dariliansyah, M.Si, menyampaikan keprihatinannya atas musibah ini serta menyiapkan bantuan tanggap bencana. Plt. Kepala BPPD Kabupaten Kapuas, Ahmad Saribi, juga telah menurunkan tim reaksi cepat untuk membantu warga terdampak.

Berdasarkan laporan warga, banjir kali ini merupakan kejadian pertama yang mereka alami. Dugaan kuat menyebut bahwa aktivitas tambang batubara oleh PT ABB di wilayah tersebut berkontribusi pada cepatnya kenaikan air. “Dusun Tumbang Mamput, Kecamatan Pujon Kapuas Tengah, mulai tergenang sejak Sabtu malam (25/01) hingga Minggu siang (26/01), diperparah dengan adanya lubang galian tambang yang mempercepat aliran air,” ungkap seorang warga setempat.

Kantor pusat PT. ABB di Kawasan Industri Pulogadung

Seorang pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah yang dihubungi media menegaskan bahwa penyebab banjir perlu diteliti lebih lanjut. Jika terbukti ada pelanggaran lingkungan oleh perusahaan tambang, maka langkah tegas akan diambil.

“Bila memang ditemukan pelanggaran, ya hajar saja, sebab Pemda Kalteng sudah melakukan pembinaan,” tegasnya melalui sambungan telepon.

Selain itu, aktivis lingkungan bernama Endhar mempertanyakan tanggung jawab sosial PT ABB dalam mengantisipasi bencana ini. “Bagaimana konsep dan pelaksanaan konservasi perusahaan dalam mencegah banjir? Apa kebijakan tanggap bencana yang telah dibuat? Bagaimana pula alokasi dana CSR mereka untuk warga terdampak?” tanyanya.

Untuk memastikan akurasi serta perimbangan pemberitaan, awak media berusaha mengonfirmasi pihak PT ABB di kantor pusatnya di Kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Namun, melalui keterangan sekuriti, pejabat yang berwenang sedang cuti bersama.

Hingga saat ini, warga terdampak masih menunggu bantuan dan solusi dari pemerintah serta pihak perusahaan. Banjir bandang ini juga menjadi sorotan terkait dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.