oleh

Rapat Paripurna DPRD Tanah Datar Mendengarkan Pidato Presiden RI pada Sidang MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

Tanah Datar, Figurnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Presiden RI pada Sidang MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI serta Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka HUT Ke-79 Kemerdekaan RI Tahun 2024, yang dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Anton Yondra didampingi Wakil Ketua Sementara Nurhamdi Zahari, Jumat (16/8/2024) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Datar.

Rapat Paripurna dihadiri oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian Forkopimda Tanah Datar (Yang Mewakili), 27 Anggota DPRD Tanah Datar, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala Kemenag dan Kepala OPD dan Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar.

Dalam pidatonya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan pencapaian penting selama 10 tahun masa kepemimpinannya dalam menurunkan biaya logistik dari 24 persen menjadi 14 persen pada 2023. Hal itu merupakan hasil dari pembangunan Indonesia Sentris yang telah dilakukan selama satu dekade terakhir. Kemudian
capaian dibidang pembangunan infrastruktur yang telah dicapai selama 10 tahun terakhir.

“Sampai saat ini kita telah membangun 366 ribu kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, 6.000 kilometer jalan nasional, 50 pelabuhan dan bandara baru, serta 43 bendungan, dan 1,1 juta hektare jaringan irigasi baru,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga menekankan, selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia (RI), fokus utama pemerintahannya adalah membangun sebuah fondasi dan peradaban baru melalui pendekatan Indonesia Sentris. Konsep itu berarti membangun dari pinggiran, dari desa, dan dari daerah terluar, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat merasakan dampak pembangunan secara nyata.

Jokowi juga menyoroti peningkatan daya saing Indonesia dari peringkat 44 menjadi peringkat 27 pada 2024. Pembangunan ini juga memperkuat persatuan nasional dengan akses yang lebih merata dan berkeadilan. Jokowi juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya terlihat dari bangunan fisik, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat.

Dengan berbagai pencapaian ini, Presiden Jokowi berharap pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan dapat terus memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Yang tak kalah pentingnya, di Satu Dekade Kepemimpinan, Jokowi Sampaikan Permohonanan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Presiden Jokowi dengan penuh kerendahan hati menyadari bahwa sepuluh tahun masa kepemimpinannya mungkin belum cukup untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa. Ia mengakui keterbatasannya sebagai manusia, dan menyadari adanya kemungkinan kekurangan dalam setiap langkah yang diambilnya selama ini.

“Sepuluh tahun bukanlah waktu yang cukup panjang untuk mengurai semua permasalahan bangsa. Saya sangat menyadari bahwa sebagai pribadi yang jauh dari kata sempurna, sebagai insan yang tumbuh dalam keterbatasan, dan sebagai manusia yang jauh dari kata istimewa, sangat mungkin ada yang luput dari pandangan saya. Sangat mungkin ada celah dari langkah-langkah yang saya ambil. Dan sangat mungkin banyak kealpaan dalam diri saya,” ujar Presiden Jokowi dengan nada yang penuh ketulusan.

Dengan hati yang tulus, Presiden Jokowi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk kepada mereka yang mungkin merasa kecewa atau harapannya belum terpenuhi.

Ia menegaskan, segala upaya yang dilakukan selama masa jabatannya adalah yang terbaik yang bisa ia upayakan untuk bangsa dan negara.

“Saya dan Prof. K.H. Ma’ruf Amin mohon maaf. Mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tergapai. Sekali lagi, kami mohon maaf. Ini adalah yang terbaik, yang bisa kami upayakan bagi rakyat Indonesia, bagi bangsa dan negara Indonesia,” ungkap Presiden. (***)