oleh

Camat Lembah Melintang Angkat bicara pemberitaan tendesius, Oknum Wartawan Kawal Bangsa Harus Klarifikasi 

Pasaman Barat, Figurnews.com

Camat Lembah Melintang Syaiful angkat bicara terkait pemberitaan salah satu media online Kawal Bangsa yang menyebut dirinya diktator tulen.

Saya tidak Terima berita Oknum wartawan Ahmad Rifai menyebut saya diktator dalam salah media kawal bangsa dengan judul ” Camat Lembah Melintang katakan Anj**ng kepada seorang wartawan Pasbar, dan seterusnya. Itu berita tendesius terhadap saya, tanpa klarifikasi terlebih dahulu sebab musabab yang jelas. Saya tidak Terima berita yang menyudutkan saya secara sepihak” ugkap Sayiful ketika ditemui di Simpang Empat, Rabu (15/5)

 

“Oknum wartawan (Ahmad Rifai) itu tidak ada sopan santun dan tidak beradab saat diberikan waktu berbicara menyampaikan pengaduannya. Dia berbicara dengan nada tinggi dan arogan sambil menunjuk dengan jari tangan kiri ke arah saya . Tentu saja merasa di lecehkanndi hadapan peserta rapat yang dihadiri unsur Forkompinca Lembah melintang. Saya tegur dia untuk sopan. Malah dia menujuk saya dengan tangan kiri. Saya emosi sesaat itu juga dan terlontar kata kata tersebut yang tidak sengaja saya sampaikan, ” Jelasnya lagi.

 

Ada asap tentu ada apinya?

Lebih lanjut Camat Lembah Melintang menjelaskan kronologis kisruh yang terjadi saat rapat terkait pengaduan Ahmad Rifai kepada Pihak Dishub Pasbar perihal kerusakan Jalan Koto Sawah.

 

“Awalnya saya pulang dari puskesmas Ujunggading membezuk salah seorang warga kami yang sakit. Sesampainya di kantor camat Lembah melintang saya ditemui petugas Dinas Perhubungan. Tujuannya mereka menindaklanjuti pengaduan wartawan Ahmad Rifai perihal jalan Koto sawah yang menurutnya rusak karena dilalui truk peron sawit.

 

Rapat mediasi antara warga Nagari Koto Sawah, Pasaman Barat, dengan pemilik peron sawit yang di adakan oleh unsur Forkopimca Lembah Melintang bertempat di aula kantor camat setempat pada Selasa (14/5/2024) siang, rupanya diwarnai insiden kecil.

 

Rapat yang membahas tentang larangan truk pengangkut sawit melebihi tonase yang melewati jalan arteri kelas tiga di Nagari Koto Sawah dan Koto Gunung, Kecamatan Lembah Melintang Pasaman Barat tersebut, sedikit panas setelah Camat Lembah Melintang, Syaiful Am, melontarkan makian kepada salah seorang hadirin berinisial AR yang mengaku sebagai wartawan.

 

Disebutkan, akibat sikap arogansi camat tersebut, beberapa warga peserta rapat yang hadir kemudian melakukan “walk out” karena merasa tidak dihargai dan didengarkan. Apalagi pihak Forkopimca tidak memberi solusi sesuai yang mereka harapkan.

 

“Saya dikatai Anj**g oleh camat SA, saya tidak terima, saya akan lapor ke pihak hukum. Meskipun saya warga kecil, tapi saya punya hak bicara dan hak warga negara lainnya yang melekat. Secara pidana sudah ada bukti dan saksi. Rekamannya juga lengkap.” Ucap AR sebagai mana dilansir dari media online kawalbangsa.com.

 

Sementara itu, Camat Lembah Melintang Syaiful Am yang diminta konfirmasi langsung membenarkan insiden tersebut. Menurut sang Camat, insiden tersebut dipicu oleh sikap AR yang tidak beradab dan beretika disaat rapat mediasi berlangsung.

 

” Saya disamping Camat adalah seorang Ninik Mamak yang sangat rentan dengan adab dan kesopanan. Masak dia dalam berbicara menunjuk – nunjuk menggunakan tangan kiri sambil berbicara persis pula dihadapan saya. Ndak etis rasanya seorang terpelajar seperti itu.. Spontan rasa marah saya muncul.” jelas Syaiful Am.

 

Ia juga mengaku marah karena dituduh main mata dengan pemilik peron.Padahal baru menjabat sebagai camat selama dua bulan. “Selanjutnya saya dituduh ada main dengan yang punya peron, sedangkan saya jadi camat baru 2 bulan ini, tuduhan itu adalah fitnah yang sangat keji.” katanya.

 

“Apalagi saya seorang niniak mamak di Ujunggading yang punya sanak famili. Tentu saya merasa dipermalukan dengan ditunjukkan tunjuk tangan kiri. Makanya wajar saya marah kepada Rifai tersebut. ” sesalnya.

Kemudian hal yang membuat Syaiful Am merasa kesal adalah aksi “walk out” yang dilakukan oleh AR dan rekan rekannya saat rapat belum berakhir. Padahal acara mediasi tersebut dalam rangka menanggapi pengaduan yang dibuat oleh pihak AR ke pihak Dishub Pasbar yang difasilitasi Camat Lembah Melintang.

“Ketika rapat tersebut Rifai sebagai pengadu malah keluar dari ruangan dan pergi naikobil tanpa permisi. Tentu peserta rapat jadi heran dan akhirnya rapat ditutup dengan beberapa hasil kesepakatan,” pungkas Syaiful.

“Memang tidak ada adab anak tersebut. Dia mengadu perihal jalan rusak  tetapi saat diminta penjelasan malah tidak bisa memaparkan lalu menujuk tangan kiri kea arah saya. Apalagi dalam rapat tersebut pak Nanang Labid DLLAJ Dishub Pasbar juga menanyakan tuduhan fitnah bahawa ada mengutip ke pihak Peron. Tapi Rifai  kembisu tanpa jawaban. Hingga Pak Nanang juga emosi kepada Rifai saat itu,”

“Mereka yang membuat laporan pengaduan untuk difasilitasi oleh kecamatan, setelah di fasilitasi, belum selesai mufakat, mereka sudah meninggalkan ruangan tanpa ada rasa harga menghargai. Kapolsek hadir, Danramil hadir dari Dishub hadir, dari pemerintahan Nagari juga hadir, betul2 ndak ada harga kami pak.” urainya lagi.

” Saat ditanya Wali Nagari Koto Sawah tertera sebagai saksi dalam surat laporan pengaduan Rifai tersebut. Wali Nagari Fitri Handayani langsung kaget dan heran kenapa dia wali Nagari Koto Sawah disebut sebagai saksi dalam surat pengaduan tersebut. Padahal dirinya tidak mengatahui perihal surat tersebut. Wali nagari pun emosi dengan tingkah Rifai yang mencatit namanya dalam surat pengaduan ke Dishub,” terang Syaiful.

Selanjutnya menurut Syaiful Am, permintaan pihak AR agar pihak Dishub memasang rambu larangan muatan truk di atas 8 ton melintas di jalan Koto Sawah bukanlah permintaan seluruh warga, melainkan sebagian kecil saja.

Dishub Pasbar Pasang Rambu di Simpang Sayur  Nagari Koto Sawah Rabu. (15/5)

Saat berita ini dilangsir, pihak Dishub Pasaman Barat bersama Babinsa Kecamatan Lembah Melintang sudah memasang rambu jalan bertuliskan truk bermuatan di atas 8 ton tidak boleh melintas mulai pukul 06.00-22.00 Wib.

Lebih lanjut, Camat Lembah melintang melalui media menegaskan kepada Ahmad Rifai agar membuat berita klarifikasi agar tidak menyudutkan dirinya dan pihak lainnya.

” Saya minta Rifai klarifikasi berita berita kawla Bangsa yang dimuatbAhmad Rifai agar berimbang. Tidak tendesius dan bukan opini pikiran nya saja tanpa narasumber yang jelas Mustinya berota yang berimbang, ” Pungkasnya.