Palembang,Figurnews.com,-
Bangunan permanen diatas badan jalan sebanyak 6 kios yang berada di kawasan pasar 16 ilir berdiri lebih dari satu tahun belum juga dilakukan pembongkaran.
Menurut Camat IT 1 Ricky Pernandi pihaknya sudah tiga kali memberikan surat peringatan kepada pemilik. Namun sampai saat ini belum juga dilakukan pembongkaran oleh PolPP.
“Sudah kita berikan tiga kali surat peringatan, untuk pembongkaran kita serahkan ke PolPP karena memang bagian mereka, kenapa belum di bongkar silahkan tanyakan ke Kasat PolPP atau Kabid OPS,”katanya, Senin (09/10/2023).
Sementara Kabid OPS PolPP kota Palembang Cherly Panggarbesi membenarkan bahwa pihak kecamatan dan kelurahan sudah memberikan 3 kali surat peringatan.
“Memang bangunan itu menyalahi aturan pada bulan Februari atau Maret Kalau tidak salah kami sudah koordinasi dengan PU ya dengan kecamatan dengan Dinas lingkungan hidup untuk kebersihannya sudah menjadwalkan pembongkaran terhadap enam kios yang berdiri di atas jalan lorong babi,”kata Cherly
Namun pada saat itu, kata Cherly ,Pol PP mendapatkan telepon dari Kepala BKPSDM selaku pengawas Pasar Reza Pahlevi untuk tidak dilakukan pembongkaran terlebih dahulu.

“Jadi akhirnya jadwal pembongkaran itu tertunda sehingga kami rapat yang dipimpin beliau dan hj Yeni diundang waktu itu untuk dilakukan pembongkaran sendiri, tapi pihak Hj Yeni bermohon karena sudah timbul biaya terhadap pembangunan tersebut. Kami sudah tawarkan win-win solution jadi kios permanennya konstruksinya dibongkar tapi nanti wilayah itu tetap disilahkan kepada hj Yeni untuk berdagang misalnya pedagang-pedagangnya berjualan di sana tapi tidak dengan kios permanen dengan misalnya tenda atau payung itu solutionnya,”ungkap CP
Berdasarkan petunjuk Walikota Palembang Harnojoyo pada saat itu, Ia akan menerima hasil rapat dan jika memang melanggar aturan silahkan untuk ditindaklanjuti.
“Bapak Walikota pun pada saat itu saya sendiri yang melaporkan kepada beliau bahwa beliau mengikuti hasil keputusan rapat kalau memang itu melanggar ya silahkan tindaklanjuti dengan pembongkaran,”Imbuhannya
“Namun kita follow up terus itu tidak ada kelanjutan dari pimpinan rapatnya saat itu kepala BKPSDM sampai dengan hari ini tidak ada penjelasan,”tandasnya








