Breaking News

Petugas Pantarlih yang Membacok Warga, Ketua KPU Sumsel : Tangkap Saja, Tugas Kami Tidak Akan Terhambat

Ketua KPU Provinsi Sumsel Amarah Muslimin(foto dok Fera)

Palembang,Figurnews.com

Ketua KPU Provinsi Sumsel Amarah Muslimin mengintruksikan Ketua KPU Banyuasin untuk segera memecat oknum petugas Pantarlih yang membacok warga.

"Harus di pecat, silahkan di tangkap tidak akan menghambat pekerjaan kami apalagi itu kejahatan Kriminal,"katanya saat dikonfirmasi, Kamis (23/02/2023).

Amrah menuturkan bahwa KPU Banyuasin untuk segera mengambil sikap tegas. "KPU harus segera mengambil alih tugasnya dan digantikan dengan orang lain,"ujarnya

Menurut Amrah, Petugas Pantarlih dilakukan penunjukan bukan berdasarkan hasil seleksi. "Tidak ada seleksi hanya dilakukan penunjukan saja berdasarkan data lama,"ujarnya

Sebelumnya di beritakan,Warga korban, Riadi Juniarto, Komplek Azhar Permai Blok AJ 4 No 18 RT 23 RW 10 Kelurahan Kenten Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Minggu (19/2/2023) Pukul 15.30 wib di bacok karena menolak tandatangani data warga orang lain.

Pelaku merupakan Oknum Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih) Pemilu 2024 Kelurahan Kenten Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, EMP alias EB.

Kejadian tersebut di rumah korban, Riadi Juniarto, Komplek Azhar Permai Blok AJ 4 No 18 RT 23 RW 10 Kelurahan Kenten Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Minggu (19/2/2023) Pukul 15.30 wib. Akibatnya korban mengalami luka bacok di tangan kanannya dan mendapat perawatan di RSMH Palembang.

Berawal EMP alias EB menjalankan tugasnya melakukan pencocokan data dan penelitian (coklit) daftar pemilih untuk Pemilu 2024. Namun salah seorang warga tidak ada ditempat justru memaksa Riadi Juniarto untuk menandatanganinya.

Merasa data yang akan ditandatangani bukan atas nama dirinya korban pun menolak permintaan pelaku. Bahkan korban menunjukkan rumah pemilik data yang sebenarnya berhak menandatangani data tersebut, karena tak jauh dari kediaman korban.

"Saat itu pelaku memaksa saya untuk menandatangani data salah satu warga yang Kartu Keluarganya (KK) masih menggunakan alamat rumah saya. Saya tidak mau, saya bilang minta saja langsung dengan yang bersangkutan itu rumahnya tidak jauh dari rumah saya. Tapi pelaku tetap memaksa bahkan sempat mendorong dan akan mencekik saya. Kemudian pelaku pergi dari rumah saya dan mengancam akan membunuh saya,” kata korban.

Baca juga : Menolak Tandatangani Data Orang Lain, Seorang Warga Di Bacok Petugas Pantarlih

Tak menduga masalah tersebut berlanjut, korban pun menjalankan aktifitas seperti biasanya di rumah. Selang beberapa waktu sekitar 30 menit kemudian pelaku datang lagi dengan membawa parang panjang masuk ke pagar rumah korban dan langsung membacok korban.

Ironisnya lagi bukan melerai pertikaian, istri pelaku pun datang dengan membawa batu bata ditangannya dan keduanya sempat cekcok dengan istri korban. Bahkan pelaku sempat kembali akan masuk ke pagar rumah korban dengan parang yang di bawanya. Beruntung istri korban langsung menutup pagar dan pelaku bersama istrinya pun pergi.

Di jelaskan korban data warga yang di mintai tandatangan oleh pelaku adalah data pemilik rumah pertama sebelum dibeli korban. Korban tidak tahu kalau pemilik rumah yang di belinya ternyata masih menggunakan rumah tersebut sebagai alamat kediamannya. Padahal pemilik pertama saat ini sudah tinggal di rumah lain yang tak jauh dari rumah korban.

Atas kejadian tersebut Korban telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin dengan Surat Tanda Bukti Lapor polisi Nomor : STBL/B-16/II/2023/SPKT/SEK TLK/RES BA/Polda Sumsel, tertanggal 20 Januari 2023.

Korban berharap laporan tersebut di tindak lanjuti dan pelaku segera ditangkap. 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre