Breaking News

Tidak Transparan Mengelola Kemitraan, Keltan TPSM Minta Bupati Pasbar Paggil PT. Sago Nauli


Pasaman Barat, Figurnews.com

Kelompok Tani Tambang Padang Sejahtera Mandiri Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengadukan nasib mereka ke bupati terkait dugaan tidak transparansinya pihak PT Sago Nauli dalam mengelola perkebunan kemitraan. 

"Beberapa waktu lalu kita mengadukan nasib petani ke bupati. Kami berharap Bupati Pasaman Barat dapat segera memanggil pihak perusahaan PT Sago Nauli," kata Ketua Kelompok Tani Tambang Padang Sejahtera Mandiri Dian F.Lubis di Simpang Empat, Sabtu 

Ia mengatakan pada awal kesepakatan antara pihak PT Sago Nauli dengan kelompok tani adalah pengelolaan lahan kelompok tani ini oleh perusahaan disebutkan pada kontrak kesepakatan yang mana masyarakat mendapat pembagian hasil sebanyak 40 persen dan 60 persen untuk perusahaan di atas luas lahan 276,5 hektare. 

"Itu termasuk pada kontrak siklus pertama dilahan seluas 276,5 hektare atau 35 tahun berjalan. Kemudian pembagian hasil untuk siklus kedua berubah menjadi 60 persen hasil kebun untuk masyarakat dan 40 persen untuk perusahaan PT Sago Nauli," katanya. 

Setelah itu, katanya, muncul permasalahan ketika kebun kelapa sawit itu berproduksi 10 tahun karena pihak perusahaan tidak pernah melakukan transparansi penggunaanya dana pembangunan kebun dan juga transparansi pengelolaan kebun terkait pembagian hasil yang relevan. 

"Bahkan hingga saat ini anggota kelompok hanya menerima 15 persen dari hasil kebun itupun dimasukkan sebagai tambahan hutang," katanya. 

Menurutnya ada dua poin yang disampaikan ke Bupati Pasaman Barat. Pertama transparansi penggunaan dana pembangunan (hutang anggota ke perusahaan) dan kedua transparansi transaksi pengelolaan perkebunan.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Pardomuan NA menjelaskan bahwa kelompoknya di tahun yang lalu justru menolak pemberian uang dari Sisa Hasil Usaha perusahaan.

Hal itu, mengingat tuntutan transparansi melalui audit independen atas perusahaan belum pernah dilakukan terkait penggunaan dana pembangunan kebun yang diduga banyak ketimpangan. 

Ia mengharapkan agar adanya kebijakan pemerintah untuk memanggil pihak perusahaan dan Pemkab dapat membantu penyelesaian masalah ini. 

Bupati Pasaman Barat Hamsuardi menyambut baik kedatangan para kelompok tani untuk berdialog mencari penyelesaiannya. 

Ia menegaskan dan berjanji akan membuat jadwal pertemuan untuk membuat langkah- langkah penyelesaian termasuk mediasi awal dengan perusahaan. 

"Kita atur jadwal pertemuannya nanti setelah tanggal 15 Januari ini setelah rangkaian kegiatan HUT Pasaman Barat selesai. Kalau bisa nanti kita panggil pihak perusahaan yang bisa membuat keputusan. Data-data akan kita siapkan," ujarnya. 

Ia menyebutkan saat ini pihaknya sedang menangani sekitar 28 permasalahan agraria yang akan secara bertahap diselesaikan. 

"Saya komit menyelesaikan masalah perusahaan. Mari kerja sama dan dukung kami Pemkab Pasaman Barat, " harapnya.

Sementara itu pihak PT Sago Nauli belum bisa dikonfirmasi untuk mendapatkan informasi terkait persoalan itu.  

(Dodi Ifanda)


--

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre