Breaking News

Realisasi PAD Pasaman Barat 2022 Capai 116,1 Miliar, Berikut Sumbernya

Evaluasi pemungutan PBB di Nagari Sasak Ranah Pasisia belum lama ini dalam upaya peningkatan PAD Pasbar


Simpang Empat, Figurnews.com

Realisasi pencapaian Pendapatan Aset Daerah (PAD) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat sebesar 89,20 persen atau Rp116, 1 miliar lebih dari target Rp130, 2 miliar lebih selama 2022.

"Itu realisasi pencapaian PAD itu yang dikelola oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pasaman Barat Afrizal Azhar di Simpang Empat, Rabu (11/1/2023)

Menurutnya PAD itu terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, retribusi jasa usaha, retribusi daerah perizinan tertentu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. 

Ia menyebutkan sebagai perbandingan tahun 2016, target PAD sebesar Rp78 miliar dengan realisasi sebesar Rp91 miliar lebih atau 116,79 persen. 

Tahun 2017 target sebesar Rp.151 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp158 miliar lebih atau 105,07 persen. Besarnya target pada saat itu adalah karena dana BOS pada Dinas Pendidikan sebesar  Rp. 56 miliar lebih dimasukkan dalam instrumen PAD. Adapun target PAD di luar dana BOS adalah Rp.102 miliar lebih. 

Kemudian tahun 2018 target sebesar Rp.141 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp.103 miliar lebih atau 70,45 persen. 

Lalu tahun 2019 target sebesar Rp.142 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp.104 miliar lebih atau 72,85 persen. Tahun 2020 target sebesar Rp.112 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp.108 miliar lebih atau 96,46 persen. 

Selanjutkan tahun 2021 target sebesar Rp.121 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp.136 miliar lebih atau 113,22 persen dan tahun 2022 target sebesar Rp.130 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp.116 miliar lebih atau 89,20 persen. 

Pencapaian tertinggi PAD setelah tidak masuknya dana BOS , katanya, yang merupakan dana transfer pusat kepada Dinas Pendidikan adalah pada tahun 2021 sebesar Rp136 miliar lebih karena pada saat itu ada dana klaim COVID-19  yang masuk melalui RSUD sehingga pencapaian PAD pada RSUD sebesar Rp. 65 miliar lebih. Sementara pada tahun 2022 pencapaian RSUD menjadi Rp.47 miliar lebih. 

"Sebagai pembanding capaian PAD tahun 2017 sebesar Rp.158 miliar lebih termasuk dana BOS. Andaikan dana BOS dimasukkan dalam pencapaian instrumen PAD tahun 2022 maka realisasi PAD tahun  2022 menjadi Rp.182 miliar lebih," katanya sambil bercanda. 

Kemudian untuk seluruh pajak daerah di Pasaman Barat pengelolaannya dilakukan oleh Badan Aset dan Pendapatan Daerah (BAPD) yang sejak tanggal 1 Januari  2022  berubah menjadi Bapenda yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak penerangan jalan sumber lain, pajak air tanah, pajak mineral bukan logam dan batuan, PBB P2, BPHTB dan pajak pergelaran musik dan tari. 

Ia menjelaskan target dan realisasi PAD yang dikelola oleh Bapenda atau BAPD tahun 2016 dengan target Rp16,6 miliar lebih dengan realisasi Rp.14 miliar lebih atau 85,70 persen, tahun  2017 target Rp17 miliar lebih dengan realisasi Rp.17,9 miliar lebih atau 102,66 persen dan tahun 2018 target  Rp.47,6 miliar lebih dengan realisasi Rp.20,8 miliar lebih atau 43,73 persen. 

Kemudian tahun 2019 target sebesar Rp.38 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp 20 miliar lebih atau 55,11 persen. Tahun 2020 target sebesar Rp.23 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp 19,4 miliar lebih atau  81,28 persen, tahun 2021 target sebesar Rp.29,8 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp. 23,5 miliar lebih atau 79,13 persen dan tahun 2022 target sebesar Rp.32,9 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp.27 miliar lebih atau 81,92 persen.

"Secara kuantitatif pencapaian terbesar pajak daerah yang dikelola oleh Bapenda tahun 2022 sebesar Rp 27 miliar lebih," sebutnya. 

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre