Breaking News

Oknum Guru Cabuli Siswinya


MUBA, Figurnews.com -  Diharapkan dapat membimbing  menjadi orang yang berhasil dalam mengejar cita-citanya, namun apa daya semuanya sirna.

Seorang pelajar sekolah dasar  disalah satu SD Negeri Sekayu berinisial CP (11) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh gurunya sendiri berinisial DS (34).

Dari informasi yang dihimpun awak media, Korban yang  kategori masih  anak dan lugu tersebut, mengikuti apa yang menjadi kemauan dari sipelaku untuk mencabuli korban,dengan cara membujuk serta mengiming -imingi korban akan diberi nilai bagus sehingga bisa masuk ke sekolah favorit di kota Sekayu.

Dari pengakuan pelaku DS sudah tujuh kali  mencabuli atau menyetubuhi korban, yang pertama pada  bulan Desember 2022 dan yang terakhir pada Selasa (10/01/2023). perbuatan tersebut dilakukan dua kali di rumah tempat tinggal korban dan yang lima  kali di sekolahan.

Diketahui bahwa selama sekolah korban tinggal dirumah kerabatnya di Sekayu, sementara orang tua korban tinggal didusun yang agak jauh dari Sekayu.

Terungkapnya peristiwa ini pertama setelah , pembantu rumah kerabat korban memergoki korban saat dicium pelaku dan dilain waktu pelaku juga menemui korban dirumah,sehingga membuatnya curiga dan diceritakanlah peristiwa tersebut kepada kerabat korban yang kemudian menginterogasi korban.

Korban menceritakan apa yang dialaminya, sehingga setelah mengetahui kejadian tersebut orang tua korban marah dan melaporkan peristiwa tersebut ke polres Muba, Rabu (11/01/2023).

Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik SH MH melalui Kasi Humas Akp. Susianto SH yang didampingi oleh Kanit PPA Iptu Susilo SH  saat wawancara dengan  awak media membenarkan adanya kejadian tersebut, kita sangat prihatin dengan maraknya kejadian pencabulan terhadap anak. 

Orang tua jangan lengah atau lepas pengawasan terhadap anak utamanya kegiatan sehari-harinya,  harus kita monitor sehingga tidak kecolongan dan tetap waspada ,nasehatnya.

"Untuk tersangka sendiri sudah kita lakukan penangkapan, sekarang sedang dalam proses penyidikan Unit PPA sat Reskrim polres Muba untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Susianto.

Pasal yang diterapkan  dalam kasus ini adalah pasal 81 ayat (1),(2) dan (3)  Jo pasal 76 D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal lima belas tahun penjara. 

" Jika perbuatan ini dilakukan oleh tenaga pendidik terhadap anak didik dapat diperberat atau ditambah  sepertiga dari  ancaman hukuman," tutupnya. (**)

Editor posting : DARMANTO

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre