Breaking News

Mau Dibawa Kemana Sampah Pasar Serikat Talu Sinuruik

Pasaman Barat, Figurnews.com

Tumpukan sampah di belakang pasar Talu Pasaman Barat akhir ini menjadi keluhan warga sekitar dan pengunjung pasar, pandangan tak sedap dari sampah membuat pasar menjadi terkesan kumuh dan bau.

Pasar serikat Nagari Talu Sinuruik yang sejatinya tempat keramain dengan kegiatan jual-beli pada setiap pekan hari Rabu itu tentunya menimbulkan banyak sampah. Pasar menghasilkan banyak sampah terutama sampah organik seperti sayur-sayuran, daging, ikan, dan juga sembako dan juga sampah anorganik seperti bungkus plastik.

Ditemukan banyak sampah berserakan di pojok belakang pasar Talu. Sampah-sampah tersebut menumpuk dalam jumlah banyak dan menimbulkan banyak dampak buruk.

Sampah berserakan membuat lingkungan sekitar menjadi kotor,  bahkan dibelakang pasar terbentang aliran sungai Batang Sinuruik. Jika terus dibiarkan sampah akan menumpuk dan membuat lingkungan menjadi lebih kotor lagi. bisa jadi sampah terbawa hanyut di aliran sungai daerah itu.

Pasar yang kotor cenderung licin karena sampah yang membusuk, membuat lingkungan tidak nyaman ditinggali. Sampah yang berserakan juga menyebabkan polusi karena mengotori tanah, air, juga udara.

Jika pencemaran tersebut terus dibiarkan, maka dapat menyebabkan kerusakan ekosistem di sekitar pasar. 

Hujan yang mengguyur juga memperparah kondisi di sekitar gunungan sampah itu. Air hujan yang mengalir dari tumpukan sampah berubah menjadi berwarna putih kehijauan. Kondisi itu berimbas pada aktivitas pengunjung di pasar maupun pedagang yang berhadapan langsung dengan tempat pembuangan sampah sementara itu. Bahkan beberapa pedagang memutuskan untuk tak berjualan di los bagian belakang.

Kepala Dinas lingkungan Hidup Pasaman Barat, Armi Ningdel melalui Kapala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan peningkatan kapasitas lingkungan Andika Saputra, SE. MM. menanggapi keluhan masyarakat terkait sampah pasar Talu.

"Hari ini kita sudah mengangkut sampah pasar yang menumpuk itu kedalam bak truk sampah. Selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir di Muara Kiawai, " kata Andika, Minggu (22/1/2023)

Sementara Ketua Pengurus Pasar Serikat Talu-Sinuruik, Nurli Efendi  menyampaikan "Perlu dilaksanakan musyawarah duduk bersama pemerintahan Nagari Talu dan nagari Sinurut, beserta Bamus Nagari untuk membicarakan persoalan ini dengan langkah terkait penangganan sampah.

"Pertama menetapkan peraturan Nagari (Perna) tentang Pasar serikat Talu Sinuruik. Kedua perlu membentuk kepengurusan Pasar Serikat Talu yang sesuai dengan Perna yang telah ditetapkan. Namun sampai sekarang ini perna perubahan belum juga di tetapkan, harapannya segera ditetapkan" kata Efendi.

"Selanjutnya untuk pembuangan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan perlu di bicarakan secara seksama, kemana dan dimana lokasi pembuangannya" pungkasnya lagi.

Ditambahkan pj Wali Nagari Sinuruik, Refi Putra menyampai untuk perencanaan kedepannya pengelolaan sampah pasar serikat nagari Talu Sinuruik akan di kelola di TPST (TPS3R) yang telah dibangun di akhir tahun 2022 oleh pihak dinas Lingkungan Hidup Pasbar.

"Di tahun 2023 ini akan segera di operasionalkan sehingga sampah sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos padat, dan bisa juga diolah menjadi pupuk cair melalui komposter dan juga dapat menghasilkan blatung yang mempunyai nilai ekonomis" urainya.

"Sehingga kita dapat mengurangi sampah dihulu , sampah yang dibuang ke kontener adalah benar benar residu, untuk itu Kami mohon juga kepada dinas terkait pengangkutan sampah rutin setiap minggunya" harapnya lagi.

(Dodi Ifanda)

 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre