Breaking News

PT Aquila Menangkan Gugatan Perdata Terhadap PT Sparta.


Figurnews.com-Batang- Jateng- Akhirnya PT Aquila Transindo Utama sebagai Penggugat Memenangkan gugatan perdata melawan PT Sparta Putra Adhyaksa,  di Pengadilan Negeri Kota Pekalongan. 

Majelis Hakim menghukum PT Sparta untuk membayar tagihan pelayanan jasa Pandu dan tunda di Pelabuhan PLTU Batang sebesar Rp 119.630.600,00 ( seratus sembilan belas juta enam ratus tiga puluh ribu enam ratus rupiah kepada PT Aquila Transindo Utama, sebagaimana yang tertuang dalam putusan dengan nomor register perkara : 35/Pdt.G/2022/PN Pkl, pada sidang yang digelar secara online pada hari senin, tanggal 19 Desember 2022.

Ketika diwawancarai oleh pihak media, Kuasa Hukum PT Aquila Transindo Utama, Oktorian Sitepu menyampaikan kutipan putusan hakim : dalam Konvensi, dalam Eksepsi : menyatakan eksepsi tergugat tidak dapat diterima. 

Dalam pokok perkara 
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian, 

2. Menyatakan tergugat telah melakukan PMH karena membiarkan kapal-kapal yang diageni oleh tergugat. Memasuki perairan wajib pandu kelas III Batang di Pelabuhan Batang,tanpa pelayanan jasa pandu dan tunda  dari penggugat 

3. Menyatakan tergugat telah melakukan PMH karena tidak mematuhi jadwal penetapan pandu dan tunda yang telah ditetapkan oleh penggugat. 

4. Menyatakan tergugat telah melakukan PMH karena tidak mengajukan PPKB minimal  1 X 24 jam sebelum kapal di pandu dan ditunda. 

5. Menyatakan tergugat bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukan kapal-kapal yang diageni oleh tergugat berdasarkan butir 2 huruf e SPMKU no HK 705/10/24/UPP Btg-/2022 yang dikeluarkan oleh kantor UPP kelas III Batang tanggal 22 Februari 2022.

6.Menyatakan sah dan berharga tagihan pelayanan jasa pandu dan tunda yang diterbitkan oleh penggugat dengan total sebesar Rp 119.630.600,-.

7.Menghukum Tergugat Untuk membayar tagihan pelayanan jasa pandu dan tunda sebesar Rp 119.630.600,-.

8.Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya


"Terima kasih kepada majelis hakim, yang telah secara arif dan bijaksana memeriksa dan mengadilinperkara aquo, sehingga terkuak fakta-fakta persidangan, bahwa perbuatan tergugat, perbuatan kapal- kapal yang diageni tergugat, yang memasuki pelabuhan kelas III  Batang tanpa dipandu dan ditunda adalah perbuatan melawan hukum (PMH), " ujarnya. 

" Disini jelas bahwa ketika tergugat melakukan perbuatan melawan hukum, itu tidak menghilangkan tagihan yang timbul terhadap kapal - kapal yang sudah masuk ke Pelabuhan Batang, " katanya. 

" Dan Alhamdulillah, Hakim telah mengabulkan sebagian tuntutan kami, " pungkasnya. 

Sementara kuasa hukum PT Sparta Putra Adhyaksa M. Zaenudin saat dikonfirmasi via telpon whatsapp pada hari senin, tanggal 20 Desember 2022, sekira pukul 19.09 wib, terkait dengan putusan PN Pekalongan menyatakan masih pikir-pikir.(gn)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre