Breaking News

PENGADILAN NEGERI SAMARINDA MENG-EKSEKUSI KURANG TELITI TERHADAP PUTUSAN YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP

 


SAMARINDA, FIGUR NEWS-

20 DESEMBER 2022, Suhadi Syam selaku Kuasa Hukum dari James Tuwo mengeluhkan proses eksekusi yang berlangsung brutal dan dianggap semena-mena padahal Pengadilan Negeri Samarinda telah mengeluarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap  yang isinya bahwa menyatakan menolak eksekusi oleh pihak H. Fajri.

 " padahal pada tanggal 10 Februari 2022 sudah dinyatakan batal demi hukum sehingga diatas tanah yang dipersengketakan tersebut haknya sudah terputus, di point 4 pada perkara Nomor : 71 juga menyatakan bahwa Sertifikat Hak Milik Nomor : 1758 yang telah disebutkan dipersidangan dengan Sertifikat Hak Milik Nomor : 1952 ini sudah dinyatakan tidak mempunyai hukum mengikat" ujarnya saat menjelaskan kepada Wartawan Figur News.

Adapun eksekusi ini dilakukan di Jl. Sirad Salman, Kota Samarinda ada beberapa cafe yang tereksekusi salah satunya yaitu cafe Kepuhunan Kopi.


Suhadi Syam menegaskan bahwa terhadap eksekusi ini tidak bisa pihak lawannya asal-asal saja melakukan eksekusi padahal sudah sangat jelas eksekusi itu tidak dapat dilakukan dan pada isi putusan tersebut membatalkan pelaksanaan ekseskusi atas konflik sengketa dalam putusan Nomor : 40 dan juga pihak lawannya yaitu H. Fajri sudah tau terhadap isi putusan tersebut

"Kemudian di point 5 putusan nomor : 71 sudah jelas membatalkan pelaksanaan Eksekusi atas konflik sengketa dalam putusan nomor : 40, nah pertanyaanya ini sudah dibatalkan, untuk eksekusinya sudah dibatalkan, Sertifikat sudah dinyatakan tidak mengikat, bahkan oleh dua putusan di perkara nomor : 38 dan perkara nomor :  71 bahkan oleh Pemerintah sendiri pun eksekusi juga dinyatakan tidak mengikat, hal ini harus dianggap benar, ini sudah diketahui oleh pihak H. Fajri sejak di persidangan, perkara putusan nomor : 71 dia sudah tau, artinya ini sudah perbuatan hukum mengikat sudah lebih 90 hari juga, karena upaya hukum SK ini lebih dari 90 hari saja itu sudah diketahui oleh mereka" tegas Suhadi Syam.

Mengenai langkah apa yang akan diambil setelah dilakukan eksekusi hari ini, James Tuwo menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa terhadap kasus ini ada penyalahgunaan kewenangan dan ada beberapa bukti yang menyalahgunakan surat yang tidak benar dan diduga palsu, Sertifikat ini sudah batal kenapa dipakek lagi. 

Saat proses eksekusi lahan tersebut nyaris terjadi kericuhan antara petugas kepolisian dengan pihak James Tuwo. Dilokasi berlangsung eksekusi lahan tersebut terlihat puluhan aparat dari Polri melakukan  pengamanan dan tetapi banyak pihak dari James Tuwo ikut melakukan perlawanan saat eksekusi berlangsung. Edy,S.H.

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre