Breaking News

GADIH MARANDANG COMPETITION 2022 PERDANA DIGELAR DI AGAM

 


Agam, Figurnews.com - Selama ratusan tahun, anak gadis Minangkabau dikenal sudah pintar memasak khususnya memasak rendang sebelum mereka menikah atau melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi.

“Dalam beberapa dekade belakangan ini, kebanyakan remaja putri mulai banyak melupakan adat istiadat dan kebiasaan memasak rendang, sehingga saat ini yang mampu membuat rendang kebanyakan hanya ibu-ibu yang sudah berumur dan terkesan uzur, “ sebut Popi Mailani selaku Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dari Organisasi PIM (Perempuan Indonesia Maju) DPD Sumbar saat diwawancara via Whatsapp (1/12). 

Pada saat yang sama, Rendang yang pernah dinobatkan menjadi masakan terenak CNN tahun 2017 makin banyak dikenal umum diluar Sumatera Barat bahkan diberbagai negara. Pengusaha rendang perantauan makin gencar mempromosikan rendang dan sudah seharusnya di Sumatera Barat sendiri menguatkan kembali kebiasaan dan pemahaman tentang rendang dengan upaya-upaya membangun kebiasaan masa lalu kembali seperti mengembalikan lagi anak remaja putri untuk dibina memasak rendang.

Rendang sudah menjadi kuliner lezat kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia. Rendang juga merupakan warisan budaya yang sarat makna dari bahan yang digunakan, warna masakan, dan kekhasan rasanya. Teknik pemasakan juga merupakan asal dari sebutan Rendang ini merupakan keunikan yang menyebabkan masakan ini harus makin digiatkan dan perlu dipahami lebih awam khususnya bagi masyarakat Sumatera Barat sebagai provinsi yang dikenal sebagai asal dari Rendang.

Popi juga menyampaikan bahwa kuliner rendang seharusnya makin digaungkan dan makin dikenalkan dengan pertunjukkan, bazar, talkshow dan juga perlombaan, karena upaya ini menghasilkan usaha-usaha baru di bidang kuliner dan memperluas pemahaman masyarakat tentang filosofi rendang”, ujarnya. 

Dari dunia kerja dan usaha, kebutuhan atas juru masak masakan tradisional Minangkabau juga semakin besar karena cukup sulit untuk ditemukan. Baik hotel dan restauran di Sumbar, nasional, dan luar negeri, masih sulit mencari juru masak yang bisa mempertahankan keotentikan masakan.

Dengan adanya rendang yang mulai dikenal di dalam dan luar negeri, maka banyak usaha yang membuka masakan Padang atau khusus rendang tetapi tidak banyak yang paham mengolah rendang Minang yang sesungguhnya. Sehingga perlu diperbanyak aktifitas dan program perekrutan juru masak dari usia muda dan menggali hobi menjadi suatu potensi aset manusia masa depan. 

“Idenya adalah terciptanya lebih banyak tenaga kerja berkualitas yang mampu menghasilkan masakan tradisional Minangkabau, terutama Rendang. Calon calon tenaga kerja ini perlu ditingkatkan kemampuannya dengan pelatihan intensif dan kompetensi lebih lanjut sehingga sesuai standard rekruitmen PHRI maupun restaurant lepas lainnya di Sumbar, luar Sumbar maupun luar negeri” sambung Popi.

Sedangkan destinasi wisata, adalah objek yang perlu dan selalu butuh dipromosikan dengan berbagai cara. Mempromosikan daerah wisata, sangat tepat jika disertai dengan acara-acara besar, termasuk acara perlombaan atau kompetisi di area wisata tersebut sehingga makin terpromosikan dengan keramaian.

Keempat kebutuhan diatas terakomodasi dengan diselenggaranya event “Gadih Marandang Competition I” yang diinisiasi oleh organisasi Perempuan Indonesia Maju DPD Sumbar (PIM) dan disambut baik oleh Pemda Agam melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. 

Keempat faktor diatas dilaksanakan dengan mengundang 19 Kabupaten/Kota di Sumbar dengan menghadirkan 5 remaja putri tingkat sekolah menengah atas atau sederajat untuk berkompetisi dalam memasak rendang. Adapun jenis rendang yang dikompetisikan adalah rendang yang sesuai dengan lokasi tempat acara diadakan. 

“Karena diadakan di Agam, di destinasi wisata utama Agam yaitu Danau Maninjau (Linggai Park), maka rendang yang dikompetisikan adalah Rendang Pakis Pensi khas Danau Maninjau”, tambah Popi.

Keunikan kompetisi hasil kolaborasi organisasi PIM dan Pemda Agam bukan saja memasak rendang khas daerah tersebut tetapi juga memasak masih menggunakan kayu bakar. 

Kompetisi ini diisi dengan pengenalan kuliner lokal, demo masak, pemaparan hasil pendampingan di digital printing batik, Kopi Instant Sachet khas daerah dan Ekraf hasil limbah enceng gondok. Selain itu khusus tamu undangan Bupati akan diajak “ tour singkat” mengunjungi objek-objek wisata utama Agam.

Kunjungan tur singkat ini akan melewati Masjid Raya Bayur, makan siang di Soul Puncak Lawang untuk memperkenalkan potensi paralayang dan demo “parabuang” khas Lawang Nasi Tingguli dilanjutkan ke Museum Buya Hamka, melewati Rumah HR Rasuna Said dan Masjid Ummul Qurro. Sebelum kembali ke lokasi acara, tamu spesial Bupati ini akan disuguhi dengan demo Kopi Ibrik, kopi premium dari Data yang dimasak di pasir panas di objek terakhir yaitu Palantabo Kafe. Semua rangkaian ini bermaksud untuk mempromosikan objek wisata sambil menunggu rendang selesai dimasak di Linggai.

Selama acara, Perempuan Indonesia Maju (PIM) DPD Sumbar yang diketuai oleh Emma Yohanna yang juga merupakan anggota DPD RI, juga menyediakan area bagi UMKM dan Ekraf terbaik  yang diharapkan bisa naik kelas dan siap masuk pasar retail.

“Produk unggulan ini diharapkan bisa berkompetisi dan bisa mendapatkan order rutin dari pengujung dan tamu dan dapat membuka jalan ke pemasaran yang lebih baik” harap Senator Emma.

Gadih Marandang Competition I ini akan diadakan di Linggai Park, Danau Maninjau hari Minggu tanggal 18 Desember 2022, mulai dari jam 8.00 wib sampai 16.00 wib. Event ini terbuka untuk pengunjung umum. Dengan adanya pertunjukkan tambua, seni musik, demo masak dan pengunjung juga dapat membeli produk produk UMKM dan ekonomi kreatif yang tersedia.

Popi yang juga selaku Ketua pelaksana Gadih Marandang Competition I mengatakan bahwa tamu yang membayar tiket masuk objek wisata ini akan menerima kupon doorprize yang nantinya akan diundi dan berhadiah voucher hotel bintang 1 hingga bintang 5 dari keluarga besar PHRI DPD Sumbar sebagai dukungan promosi pariwisata. Tersedia puluhan hadiah-hadiah lainnya dari Pertamina, Honda, Wardah, Hoya, Kecap & Tauco Bintang Mas, Martinature, Batik Braja, Emi Arlin, Ayesha, Kripik 4x7, HiLo dll dengan persyaratan pengunjung dapat menunjukkan bon pembelian produk yang dibeli di stand UMKM dan Ekonomi Kreatif dengan minimum Rp. 20.000 - Rp.50.000, tergantung besarnya nilai doorprize yang bisa bernilai Rp. 1 jutaan per hadiah.

Di area tersebut juga disediakan boat bagi pengunjung yang ingin menikmati danau dan permainan anak, sambil menikmati kemeriahan kompetisi Rendang Pakis Pensi dengan kayu bakar tersebut.(Kominfo) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre