Breaking News

Tanggulangi Kemiskinan, Wabup Richi Aprian Buka Rakor Bersama OPD Dan Stakeholder

Tanah Datar, Figurnews.com - Guna menanggulangi dan menurunkan angka kemiskinan di Tanah Datar  Wakil Bupati Richi Aprian, SH, MH buka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan bersama OPD dan Stakeholder, Selasa (1/11/2022) di Aula Kantor Bupati Tanah Datar. 

Wabup minta OPD dan unsur terkait menemukan sebuah strategi dan upaya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Tanah Datar, dan ada langkah-langkah kongkrit untuk pemenuhan kebutuhan dasar termasuk akses pendidikan dasar dan juga akses kesehatan. 

Terkait pendidikan, Wabup menyebut di Tanah Datar masih terdapat kekurangan guru atau tenaga pendidik sehingga itu perlunya ada penyebaran sehingga bisa merata ke daerah-daerah. 

“Dalam upaya mengurangi beban masyarakat kita juga punya Program Unggulan (Progul) dibidang pertanian, program bajak gratis, dan program peningkatan pendapatan masyarakat miskin dengan keberlanjutan usaha mikro kecil dan menengah berbasis potensi daerah,” ujarnya. 

Terkait kestabilan harga berbagai kebutuhan di pasar, Wabup minta OPD terkait untuk dapat memanage harga-harga tersebut dan berharap harga buyer kepetani tidak terlalu rendah dari harga jual di pasar sehingga petani juga diuntungkan. 

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Baperlitbang Adriyanti Rustam menyampaikan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) ini menjadi tanggung jawab bersama dari itu pemerintah daerah membentuk tim guna percepatan pelaksanaan program tersebut. 

Dikatakan Adriyanti, program penanggulangan kemiskinan tersebut dilakukan pemerintah maupun stakeholder adalah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil serta program lain dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat. 

“Peran TKPK menjadi koordinator dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem maupun dibawah garis kemiskinan sehingga program ini pada OPD tidak tumpang tindih,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Afrizon, mengatakan jika disandingkan data Dinas Dukcapil dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) per 31 Desember 2022 sebanyak 117.450 KK maka 51,16 % masuk dalam DTKS dan tersisa 84,80% yang termasuk DTKS. 

“Jika DTKS dianggap angka kemiskinan maka di Tanah Datar masih tinggi angka kemiskinannya. Namun di Tanah Datar kemiskinan ini tergolong ke dalam dua kelompok yaitu kemiskinan struktural atau benar-benar muskin atau tidak mampu kedua jiwanya miskin seperti tidak layak menerima bantuan namun ingin terus menerima bantuan,” ucap Afrizon. (Sutan/pro)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre