Breaking News

Tanah Kaum Iswendra Dt Rajo Api Dipasang Plang Bertuliskan Tanah Milik Pemko Solok Oleh Dinas PUPR

                                       
Kota solok, Figurnews.com - 

Kepala bidang(kabid) tata ruang dinas pekerjaan umum dan penataan ruang ( PUPR) kota solok, Alvian yang di dampingi puluhan personal satpol PP kota solok, memasangkan plang di atas tanah milik kaum iswendi dt rajo api. (1/11/2022)   

Pemasangan plang yang menginformasikan tanah tersebut milik Pemerintah Kota (Pemko) Solok itu berlokasi di Jl. Lingkar Utara, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan atau persis di depan TPU Solok, Sumatera Barat (Sumbar).
Kabid Penataan Ruang dan Tanah Dinas PUPR Alvian mengatakan pemasangan plang tersebut untuk mengantisipasi upaya penguasaan tanah milik pemerintah.Alvian menuturkan, tanah tersebut sudah memliki sertifikat hak pakai yang dikeluarkan pada 1998 silam.Berdasarakan sertifikat yang ditunjukan Alvian, Pemko Solok menguasai 13.460 meter persegi lahan di lokasi tersebut.

"Jadi tanah ini tercatat dikuasasi pemerintah tingkat II Kota Madya Solok lewat sertifikat hak pakai No 14 tahun 1998," kata Alvian, Selasa .Alvian mengklaim, berdasarkan sertifikat hak pakai tersebut, Pemko sudah melakukan pelepasan hak lewat pemilik tanah semula.Tanah seluas 13.460 meter persegi itu dibeli pemerintah untuk pembangunan tempat pengolahan limbah tinja.

"Jadi Pemko membeli tanah ini dari Drs. Armin An. Kalau tidak salah dibeli oleh Pemko tahun 1996 dengan surat pernyataan pelepasan hak," katanya.         

                                                                                                                                                             

Namun, plang yang bertuliskan tanah ini milik Pemerintah Kota (Pemko) Solok yang sudah terpasang tersebut, terpaksa harus dibongkar kembali oleh personil Satpol PP, karena diminta oleh Iswendra Datuak Rajo Api pada Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kota Solok.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Tanjuang Bingkuang Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Iswendra Datuak Rajo Api menyebutkan dimana penerbitan sertifikat harus ada pelepasan haknya yang dibumbui tandatangan Niniek Mamak empat jinih. Selanjutnya ada tandatangan ketua KAN setempat, dan distempel itu baru sah.

“Ketika dilihat sertifikatnya hanya hak pakai. Ini perlu dipertanyakan kenapa bisa terbit dimana sertifikat tersebut hanya hak pakai, berarti itu tidak ada pelepasan haknya dan tidak ada akta jual belinya. Jika pihak pemerintah mengatakan ada jual beli, itu kan baru katanya. Kita butuh bukti, pemerintah harus melihatkan buktinya dan siapa yang menjual tanah ini,” kata Iswendra Datuak Rajo Api.

Iswendra Datuak Rajo Api juga menjelaskan sejarah tempat tersebut yang bernama Laban Bapilin Jorong Pasa Jumek Nagari Tanjuang Bingkuang. Namun Nagari Tanjuang Bingkuang tidak tahu menahu terkait pelepasan hak, bahkan Jalan Lingkar Utara sudah dibangun.

“Setahu saya yang dibeli oleh Pemko Solok pakai akta notaris adalah lahan yang 9.000 meter, atas nama sertifikat Sutan Zaidir. Itupun Pemko Solok cuman membayar sebanyak 4.000 meter. Ini perjanjiannya di notaris, dimana Pemko Solok akan melunasinya pada tahun 2018, namun sampai sekarang tidak dibayarkan,” ungkapnya.

Jika tanah ini sudah dibeli oleh Pemko Solok, imbuhnya, seharusnya ini sudah menjadi aset Pemko Solok, bukan lagi hanya hak pakai.

“Wilayah ini masuk Kabupaten Solok, namun saya takkan mengganggu tatanan yang sudah dibuat pemerintah. Namun saya tetap mengetahui dan menentukan mana yang menjadi harta pusaka kaum saya, serta ulayat saya,” pungkasnya.(ayu)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre