Breaking News

Saksi Tergugat Akui Kapal Slonong Boy , Sengketa Antara PT Aquila Dengan PT Sparta Di PLTU Batang

Figurnews.com- BATANG – Sidang lanjutan kasus perdata gugatan Perbuatan Melawan Hukum antara PT Aquila Transindo Utama dengan PT Sparta Putra Adyaksa kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekalongan, senin ( 28/11/22).


Sidang lanjutan dengan menghadirkan saksi dari tergugat yaitu PT Sparta menghadirkan dua orang yaitu  M Edi  Azmi dan Saiful Nico.


Dua saksi yang dihadirkan oleh pihak tergugat yang notabenenya adalah karyawan PT Sparta Putra Adhiyaksa mengakui bahwa ada beberapa kapal yang diageninya tidak mengikuti jadwal penetapan pandu dan tunda dari PT Aquila Transindo Utama selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Pelabuhan PLTU Batang.

Saksi pertama, Muhammad Edi Azmi selaku staf operasional PT SPA mengatakan, bahwa memang beberapa kapal yang diageninya masuk wilayah perairan wajib pandu di pelabuhan PLTU Batang tanpa menggunakan jasa pandu dari PT Aquila Transindo Utama selaku BUP.

“Kapal yang datang ditunda oleh pihak proyek. Jadi di lapangan itu, kapal sandar di pelabuhan PLTU mengikuti perusahaan bongkar muat (PBM), tidak sesuai dengan jadwal penetapan dari BUP,” ungkap Edi.

Edi pun mengakui, bahwa memang seharusnya, kapal diatas GT 500 yang akan memasuki area pelabuhan wajib pandu harus menggunakan jasa dari BUP. Pihaknya juga harus mengajukan Permohonan Pelayanan Kapal dan Barang (PPKB) 1 x 24 jam sebelum kedatangan kapal.

“Ya, kami sebenarnya tahu ada jadwal penetapan pandu tunda yang dikeluarkan oleh BUP, setelah kami mengirimkan PPKB ke BUP,” kata Edi.

Edi pun mengungkapkan, bahwa pihaknya tidak pernah mendapat perintah dari atasan untuk melapor ke Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Batang, terkait sejumlah kapal yang diageninya dianggap tidak mendapat pelayanan dari PT Aquila Transindo Utama selaku BUP.

Senada disampaikan oleh saksi kedua, yakni Saiful Nico, bahwa pihaknya mengetahui ada beberapa kapal yang diageninya melakukan sandar dan lepas dari pelabuhan PLTU Batang diluar jadwal penetapan dari BUP.

“Ya, ada beberapa kapal yang sandar dan lepas diluar penetapan jadwal dari BUP. Mereka mengikuti perusahaan bongkar muat (PBM) yang ada di pelabuhan PLTU itu,” bebernya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya sebenarnya mengerti, bahwa yang mempunyai kewenangan untuk memandu dan menunda kapal di pelabuhan Batang ialah BUP. Pihaknya pun telah mendapatkan jadwal penetapan kapan kapal dapat bersandar di pelabuhan setelah mengajukan PPKB ke BUP. Dan ia juga menjelaskan bahwa semua kegiatan operasional yang dilakukan oleh kapal yang memasuki dan meninggalkan pelabuhan PLTU Batang merupakan tanggung jawab dari agen yang mengageni kapal tersebut.

Nico pun menjelaskan, bahwa pihaknya pernah mengikuti jalannya mediasi antara PT Aquila Tansindo Utama dengan PT Sparta Putra Adhyaksa yang di fasilitasi KUPP Kelas III Batang. Nico paham, bahwa mediasi itu untuk membahas invoice yang belum juga dibayarkan oleh perusahaannya kepada PT Aquila Transindo Utama.

“Yang saya tahu di pertemuan itu ada beberapa invoice yang ditagihkan oleh PT Aquila yang belum dibayarkan oleh PT Sparta. Untuk jumlah nominal tagihan yang belum dibayarkan kurang lebih dari semula Rp200 jutaan namun setelah direvisi menjadi Rp100 jutaan. Adapun mediasi itu tidak menemui kesepakatan,” tandasnya.

Kuasa hukum dari PT Aquila,  saat ditemui selesai persidangan mengatakan bahwa sidang hari ini sangat luar biasa, terungkap beberapa fakta persidangan berdasarkan saksi-saksi yang dihadirkan oleh tergugat yang memperkuat dalil-dalil Gugatan Kami. Antara lain: 
1. Bahwa benar kapal-kapal yang diageni oleh PT SPA sandar dan lepas dari pelabuhan PLTU Batang diluar jadwal penetapan BUP
2. Bahwa benar ada revisi invoice dari 200 jutaan menjadi 100 jutaan
3. Bahwa benar agen yang bertanggung jawab atas segala kegiatan operasional kapal yg diageninya
Kami berharap kebenaran akan terungkap dari hasil persidangan ini.(gn)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre