Breaking News

Saksi Ahli Akui Layanan Jasa Pandu PT Aquila Transindo Utama

Jateng- figurnews.com
BATANG – Kepala UPP Kelas III Batang, Ryan Partigor Hutabarat mengakui adanya layanan jasa pandu dan tunda yang diberikan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pada sejumlah agen kapal yang melakukan aktivitas di pelabuhan khusus PLTU Batang.

Hal itu diungkapkan Ryan saat menjadi saksi ahli yang dihadirkan PT Aquila Transindo Utama  selaku penggugat dalam sidang perkara dugaan  perbuatan melawan hukum dengan tergugat PT Sparta Putra Adhyaksa di Pengadilan Negeri Pekalongan, Senin (7/11/2022).

Dalam kesaksiannya, Ryan mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima laporan dari nahkoda maupun keagenan kapal yang merasa tidak menerima pelayanan jasa pandu dari BUP, dalam hal ini PT Aquila Transindo Utama.

“Ya, sejak saya menjabat sebagai Kepala UPP Batang pada awal tahun 2021 lalu hingga akhir 2022 ini, belum ada laporan dari nahkoda yang menyatakan bahwa kapalnya tidak mendapat pelayanan dari BUP,” katanya.

Ryan menyampaikan, apabila agen atau nahkoda kapal tidak mendapat pelayanan pandu dari BUP saat akan memasuki perairan wajib pandu, maka hal itu dapat dilaporkan kepada KUPP.

“Nahkoda bisa melaporkan ke KUPP, bahwa kapal tidak mendapat pelayanan dari BUP saat akan bersandar di perairan wajib pandu. Maka kami akan mengizinkan kapal untuk bersandar tanpa dilayani BUP,” katanya.

*NEGARA TERIMA PNBP*

Ryan pun mengatakan, bahwa PT Aquila Transindo Utama selama ini lancar dalam membayarkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada negara. Di mana PNBP sebesar 5 persen itu muncul pada setiap invoice yang ditagihkan oleh BUP pada agen yang melakukan aktivitas di perairan wajib pandu.

Menurut Ryan, dengan adanya permasalahan pribadi yang dialami PT Aquila Transindo Utama dengan PT Sparta Putra Adhyaksa menyebabkan pembayaran PNBP menjadi telat. Pihaknya pun berupaya melakukan mediasi kedua belah pihak, agar 16 invoice yang dipermasalahkan dapat selesai.

“Kami sudah beberapa kali melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak, namun tidak bisa. Pada mediasi itu, kami juga menekankan masalah pembayaran PNBP yang harus dibayarkan pada negara,” katanya.

Hingga akhirnya, diketahui bahwa PT Aquila Transindo Utama tetap membayarkan PNBP terhadap 16 invoice yang hingga kini belum dibayarkan oleh PT Sparta Putra Adhyaksa. “PT Aquila sudah membayarkan PNBP itu,” katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Aquila Transindo Utama, Oktorian Sitepu mengatakan bahwa memang benar PNBP yang tercantum dalam 16 invoice yang dipermasalahkan dalam persidangan itu sudah dibayarkan sepenuhnya pada negara.

“Negara sudah menerima PNBP dari invoice yang ditagihkan kepada PT Sparta Putra Adhyaksa. Artinya, ketika negara sudah menerima PNBP itu, negara ikut mengakui bahwa sudah ada pelayanan jasa pandu dari PT Aquila Transindo Utama selaku BUP,” tandasnya.( gn)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre