Breaking News

Polres Pasaman Barat Amankan Unjuk Rasa SPI di Kantor Bupati Pasbar


Pasaman Barat,Figurnews.com

Kepolisian Resort Pasaman Barat berhasil mengamankan unjuk rasa yang dilakukan ratusan orang masyarakat Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Pasaman  Barat (Pasbar) di halaman kantor Bupati Pasbar, Rabu (23/11).

Pengamanan Kegiatan oleh Personel Polres Pasaman Barat berjumlah 177 Orang dengan penanggung jawab Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K., M.M dan sebagai Karendal Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Iman Khalid, SH.

Kapolres Pasaman Barat M. Aries Purwanto, S.I.K., M.M , melalui Kasat Intelkam, AKP. Ilham Zukri, SH menjelaskan bahwa aksi Demonstrasi SPI Pasbar berjalan dengan tertib, aman dan kondusif.

"Kapolres Pasaman Barat menurunkan Total 177 Personel Kepolisian gabungan dari berbagai Satuan, untuk menjamin pelaksanaan aksi demonstrasi SPI ini, berjalan dengan tertib, aman dan kondusif" terangnya.

Massa SPI Pasbar menuntut penyelesaian konflik tanah yang ada di daerah itu. Para pengunjuk rasa membawa sejumlah spanduk yang meminta Bupati Pasaman Barat menyelesaikan konflik agraria agar petani petani memperolah hak-hak mereka.

Ketua SPI Pasaman Barat Januardi saat menyampaikan orasi mendesak Bupati Pasaman Barat selaku Ketua Umum Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Pasaman Barat segara menyelesaikan permasalahan dan Konflik yang terjadi di lahan Petani melalui Reforma Agraria.

"Jangan biarkan pihak-pihak tertentu melakukan proses pemiskinan terhadap petani," ujarnya.

Ia menjelaskan diantara tuntutan yang disampaikan adalah agar bupati Pasbar melaksanakan reforma agraria sejati, dalam rangka pemenuhan hak asasi petani, rekomendasikan semua lahan tuntutan SPI sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) kepada Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Pusat, dirikan kampung Reforma Agraria di Pasaman Barat secepatnya dan cabut HGU perusahaan yang merampas tanah petani.

Selain itu agar menolak perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang bersengketa dengan petani, bagikan tanah terlantar kepada petani, hentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap perjuangan petani dan atau masyarakat adat dalam menuntut keadilan atas hak-hak keperdataannya oleh penegak hukum, mendesak bupati selaku Ketua Umum tim GTRA Pasaman barat segera berkomunikasi secara intens dengan berbagai pihak.

Kemudian SPI juga meminta menyelesaikan menyelesaikan persoalan lahan SPI di luar HGU Batang Lambau, penyelesaian konflik SPI dengan PT Anam Koto dan penyelesaian konflik lahan anggota SPI Kapa dengan PT. PHP 1.

Lalu percepat proses Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan anggota SPI Gunung Bungkuk dan SPI Lubuk Bontar yang berada di Areal Penggunaan Lain (APL) atau sudah dikeluarkan dari status kawasan hutan produksi seluas 500 hektare dan sejumlah tuntutan lainnya.

Menyikapi tuntutan itu Bupati Pasaman Barat Hamsuardi yang langsung menemui pengunjuk rasa mengatakan akan terus berupaya menyelesaikan masalah tanah di Pasaman Barat.

"Saya memiliki komitmen dalam menyelesaikan berbagai macam masalah tanah dengan perusahaan kelapa sawit yang ada. Saya akan berpihak kepada masyarakat. Mohon dukungan saya dalam mengatasi persoalan itu," harapnya 

Ia akan terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan Kementerian terkait tanah masyarakat yang terpakai oleh pihak perusahaan 

"Secara bertahap akan kita upayakan menyelesaikannya. Jika sesuai aturan saya tidak segan-segan mengeluarkan surat keputusan kepemilihan lahan masyarakat. Baru-baru ini kita telah berhasil menyelamatkan tanah masyarakat dari perusahaan," sebutnya. 

Dalam unjuk rasa yang dilaksanakan pada cuaca hujan pagi sampai dengan sore berakhir sekira pukul 15.30 Wib. Para pengunjuk rasa pulang kerumah masing-masing dalam keadaan aman kondusif.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre