Breaking News

Update Kapal WNA Hilang, Kakansar Mentawai: Arah Kapal ke Perairan Pulau Pagai

Foto: Titik pergerakan KLM Mahana dalam pantauan Kantor SAR Kepulaun Mentawai. Kamis, (06/10/2022).

MENTAWAI. FN- Kantor Search And Rescue (SAR) Kepulauan Mentawai mengupdate informasi terkini Kapal layar motor (KLM) Mahana yang mati mesin. 

Kapal layar milik pribadi warga negara asing, Greffier Didier (64) laki-laki asal Perancis itu telah 4 hari terdampar di laut lepas Samudera Indonesia. 

Menurut Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal bahwa mesin KLM Mahana kembali beroperasi dengan kecepatan 3,5 Knots hari ini Kamis, 06 Oktober 2022 pukul 10.15 Wib. Kapal berada di titik koordinat 4°49'24.00" S - 98°40'18.00" E dengan jarak 175 NM dan Heading 198° dari Dermaga Tuapeijat. 

Melalui layanan alat komunikasi Handpone Satelit Survivor hari ini pukul 16.15 Wib, diketahui titik korban berada di wilayah barat daya kepulauan Sipora dengan koordinat terakhir KM. Pada waktu tersebut KLM. Mahana berada di PD TW 1006 1615 G adalah 4°41'0.00"S - 98°46'53.40"E dengan jarak dari Tuapeijat 166 NM Radial 197°. 

Selanjutnya pada pukul 20.00 Wib berada pada titik koordinat TW 1006 2000 4°29'36.00"S -  98°55'0.00"E. 

"Mudah-mudahan besok Kapal sudah berada di perairan kepulauan Pagai, tim SAR gabungan standby sekaligus membawa perlengkapan yang dibutuhkan korban di titik yang ditentukan," sebut Kakansar. 

Sebelumnya, dikatakan kapal layar tersebut mati mesin pada hari Minggu, 02 Oktober 2022. Usai menerima informasi dari Badan SAR Nasional. 

Informasi tersebut disampaikan Badan SAR Nasional dari email Perancis. "Korban sempat menghubungi keluarganya di Perancis menggunakan layanan telepon satelit dan anak korban meneruskan," tambah Akmal.  

Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melakukan aksi pencarian dan pertolongan menggunakan Kapal Ramawijaya 240 Mentawai kemaren Rabu, 05 Oktober 2022 pukul 15.00 Wib dari Pelabuhan Laut Tuapeijat dengan estimasi waktu 18 jam. 

"Kapal jenis layar ini mati mesin, ditambah dengan tiang layarnya patah akibat diterjang badai, dan korban hanya sendiri di dalam kapal," terang Kakansar Mentawai. 

Setiba di koordinat 3°8'55" S '99°3'34" E pada hari Rabu, 05 Oktober 2022 pukul 23.25 Wib, Tim SAR Gabungan kembali ke pelabuhan laut Tuapeijat dan sampai pada hari ini Kamis, 06 Oktober 2022 pukul 06.40 Wib. 

"Pencarian dan pertolongan dihentikan akibat ketinggian ombak melebihi 2,5 meter dan kecepatan angin 37 Knots,"

Kondisi cuaca lanjut Akmal membahayakan tim gabungan dalam pencarian. Sehingga pencarian dan pertologan dihentikan. "Kita tetap melakukan pemantauan, pemapelan dan E-Broadcast," paparnya. 

"Korban ingin kapalnya turut dievakuasi, jadi koban saat ini berupaya menyelamatkan kapalnya," tutup Kakansar itu. 

Wartawan: Erik Virmando

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre