Breaking News

Terkait Surat Edaran Menteri Kesehatan RI, Polsek Pasaman Cek Apotek

Pasaman Barat,Figurnews.com –
Jajaran Polsek Pasaman Polres Pasaman Barat menyisir sejumlah Apotik dan Toko Obat yang berada di Wilkum terkait maraknya penyebaran obat paracetamol cair yang dapat menyebabkan gagal ginjal pada anak. Senin (24/10/2022)

Pengecekan tersebut dilakukan Kapolsek Pasaman AKP. Rosminarti SH bersama personil Ipda Rad Widiarti Ady, Kanit Bimas Polsek, Aiptu Juppi, Bhabinkamtibmas Nagari Lingkuang Aua. Personil melakukan himbauan untuk tidak menjual obat bentuk sirup mengingat kondisi saat ini.

“Kita dari kepolisian memberikan himbauan kepada beberapa Apotik dan Toko Obat untuk tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat, sampai diumumkan secara resmi oleh pemerintah sesuai dengan peraturan ketentuan perundang-undangan, ” Kata Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto SIK., MM. melalui Kapolsek Pasaman AKP. Rosminarti SH.

Monitoring bertempat di Apotik Sejati, yang beralamat di Pasar Simpang Empat, menindak lanjuti terkait dengan Surat edaran dari kementrian Kesehatan republik Indonesia direktorat jendral pelayanan kesehatan nomor SR.01.05/III/3461/2022 tanggal 18 Oktober 2022.

Sesuai dengan surat edaran tersebut bahwa ada beberapa daftar merk obat sirup pada anak yang mengandung Dietilen Glikol (DEG) Etilen Glikol (EG) yang diduga dapat menyebabkan kasus gangguan ginjal akut pada anak, menyikapi hal tersebut Polsek Pasaman juga memberikan himbauan terhadap apotik-apotik untuk tidak menjual obat dalam bentuk sirup secara bebas pada masyarakat.

Dalam giat THTS DDS dengan pemilik toko obat Apotek sejati dalam rangka monitoring peredaran obat jenis Cair/ syrup yg dilarang sementara waktu untuk diedarkan atau diperjualbelikan  sampai pengumuman Resmi dari Pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.

Pada kesempatan tersebut Personil Polsek Pasaman secara dialogis dan koordinasi dengan pemilik Apotik Sejati yaitu Taslim menerangkan bahwa terkait dengan obat yang tertera di Surat Edaran tidak ditemukan adanya peredaran atau pemasaran obat-obat tersebut dan sudah menerima surat himbauan dari Pedagang Besar Farmasi.

"Kami telah menyimpan syrup yang tidak boleh di perjual belikan dan karena sudah ada kesepakatan dengan PBF Pedagang besar Farmasi. Obat dimaksud telah di masukkan ke dalam kardus akan di kembalikan ke PBF dan PBF akan membawa ke pabriknya  untuk di musnahkan selanjutnya PBF Akan mengganti kerugian pihak pelangganannya" jelas Taslim.

Pihak kepolisian juga menghimbau supaya pihak Apotik di daerah lainnya tidak menjual obat bebas atau obat bebas terbatas dalam bentuk cair atau syrup.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre