Breaking News

Siswa Korban Gempa Pasbar Menunggu Perbaikan Sekolah, PLN Bukittinggi Renovasi SDN 22 Talamau

Pasaman Barat,Figurnews.com

Bencana alam gempa bumi yang terjadi di kecamatan Talamau kabupaten Pasaman Barat,Sumbar pada tanggal 25 Februari 2022 lalu mengakibatkan rusaknya sarana prasarana pendidikan. Hal tersebut menyebabkan 14 sekolah rusak sedang hingga roboh dan proses belajar mengajar (PBM) cukup terhambat. masih ditemukan siswa siswi harus belajar di tenda tenda darurat dihalaman sekolah. 

Akibat gempa 6,2 SR itu ada 14 sekolah yang siswanya sampai saat ini belajar di tenda yakni SDN 01 Talamau, SDN 02 Talamau, SDN 08 Talamau, SDN 09 Talamau dan SDN 16 Talamau. Kemudian SDN 17 Talamau, SDN 20 Talamau, SDN 21 Talamau, SDN 22 Talamau, SDN 23 Talamau dan SDN 25 Talamau. Lalu SDN 26 Talamau, SMPN 2 Talamau dan SMPN 3 Talamau.

Sekolah Dasar Negeri 22 Talamau di Nagari Kajai merupakan salah satu sekolah yang gedungnya rusak berat, berkat dari proposal bantuan yg diajukan Pemda melalui dinas pendidikan dan kebudayaan Pasaman Barat  ke PT PLN Bukittinggi, sejak bulan Mei 2022, gedung sekolah yang berada di Kampung Tangah Kajai tersebut sudah direnovasi kembali.

Melalui pengajuan proposal yang diajukan Disdikbud, PT PLN Bukittinggi menyetujui merealisasikan anggaran senilai Rp. 590 juta. Dana tersebut digunakan untuk merenovasi ruang kelas,  ruang pustaka,  ruang guru dan jamban yang rusak akibat gempa. 

Sementara  pelaksana pekerjaan pembangunan tersebut adalah rekanan PT PLN Bukittinggi dan Pemda Pasaman Barat menerima aset hasil bantuan bangunan sekolah yang sekarang sudah layak dimanfaatkan untuk proses PBM.

Kadis Dikbud Pasaman Barat, Agusli menyampaikan terimakasih banyak kepada PT PLN Bukittinggi yang telah menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) untuk merenovasi bangunan SDN 22 Talamau,  hal yang sama juga disampaikan oleh kepada sekolah, guru dan wali murid yang hadir.

Kepsek SDN 22 Talamau Yanimar, S.Pd juga mengatakan "Syukur Alhamdulillah,  bahwa kami tidak belajar di tenda darurat lagi, sudah belajar di ruang kelas seperti sebelum gempa karena gedung sekolah kami sudah selesai perbaiki" katanya di Kajai, Sabtu (1/10)

Agusli menambahkan bahwa Dikbud bersama Pemda Pasaman Barat terus berupaya mendata kembali bangunan fisik sekolah. Selain pengusulan renovasi bangunan melalui proposal CSR kepada semua pihak, pihaknya mengajukan anggaran DAK fisik pendidikan dan anggaran APBD juga sudah diajukan.

"Pada bulan November 2022 pemda juga rencananya melalui dana APBD Pasbar akan membangun ruang kelas darurat sebanyak 10 lokal sebagai pengganti tenda darurat, Kita menunggu realisasinya tahun 2023 ". pungkas Agusli.

Masih ada siswa belajar ditenda karena sekolah rusak akibat gempa tujuh bulan yang lalu.

Sebelumnya Koordinator Wilayah SD Kecamatan Talamau Sarman di Simpang Empat, Jumat (30/9) menyampaikan "Kita sangat memprihatinkan masih ada sekolah yang belum direnovasi atau diperbaiki, Hal ini tentunya menggangu proses belajar mengajar. Jika hujan lantai tenda becek dan berlumpur karena air masuk ke dalam tenda, siang hari  kepanasan belajar dalam tenda ," katanya.

Ia mengatakan keluhan para guru dan kepala sekolah itu setiap hari diterima karena hingga saat ini perbaikan lokal atau sekolah tidak kunjung ada dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

"Masalah ini telah kita sampaikan ke pihak Dinas Pendidikan namun belum ada kejelasan terkait persoalan perbaikan sekolah yang rusak akibat gempa itu," katanya.

Senada dengan Kepala Sekolah SDN 02 Kampuang Pasia Kajai Talamau Indra Nevi membenarkan proses belajar mengajar sangat terganggu akibat belajar di tenda.

Menurutnya ada sekitar empat lokal dengan 100 orang murid belajar di tenda dan dua lokal atau 50 orang belajar di teras.

"Sangat terganggu sekali. Jika sudah pukul 10 WIB kondisi dalam tenda sangat panas dan jika hujan air merembes dan yang belajar di teras akan basah," katanya.

Ia berharap pembangunan lokal yang rusak segera dilakukan. Jika tidak maka proses belajar mengajar tidak maksimal.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SDN 17 Kampung Betung Timbo Abu Talamau Sardi yang mengharapkan sekolah mereka cepat dibangun kembali.

"Kalau bisa menjadi prioritaslah karena kami butuh ruangan belajar yang layak," katanya.

Saat ini kondisi sekolah mereka tidak layak pakai. Ada enam lokal dengan 108 murid belajar di tiga buah tenda. Sedangkan ruangan lainnya juga rusak dan tidak layak.

"Jika panas, anak-anak bermandikan keringat dalam tenda. Jika hujan, tanah dalam tenda itu seperti lumpur karena becek," katanya.

Camat Talamau Andre Affandi mengaku sangat prihatin dengan kondisi sekolah yang terdampak gempa itu.

Menurutnya proses belajar mengajar yang ada sangat terganggu. Bahkan ada tenda yang dipakai sudah rusak dan masuk air.

"Kita telah pantau kelapangan dan sangat memprihatinkan. Kita berharap Kemendikbud segera memprioritaskan pembangunan sekolah yang rusak akibat gempa di Talamau ini," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Barat Agusli mengatakan pihaknya telah mengusulkan ke Kemendikbud agar dianggarkan pembangunan sekolah yang rusak melalui Dana Alokasi Khusus. Namun hingga saat ini belum ada kepastiannya.

"Kemungkinan 2023, namun belum jelas. Informasi yang diperoleh akhir November 2022 ini kepastiannya," sebutnya.

Untuk mengatasi sementara, katanya, dalam waktu dekat pihaknya akan membangun 10 lokal darurat melalui dana APBD.

"Kita akan kawal terus dan berkoordinasi dengan pihak provinsi dan pusat kapan kepastian pembangunan sekolah yang rusak itu," tegasnya.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre