Breaking News

Sektor Transportasi Penyumbang Inflasi Tertinggi di Sumsel



Palembang, Figurnews.com,-

Paska kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu berdampak hampir seluruh sektor tak terkecuali Sektor Transportasi. 

Pemerintah Provinsi Sumsel terus menekan inflasi dengan mengintruksikan Pemerintah kabupaten/kota agar turut ambil bagian. 

Seketaris Daerah Provinsi Sumsel Supriono mengatakan bahwa penyumbang Inflasi Tertinggi dari sektor transportasi.

"Saat ini memasuki musim tanam tetapi sektor BBM ini numbur keras sehingga penyumbang Inflasi cukup besar khususnya sektor transportasi,"kata High Level Meeting TPID di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Senin (10/10/2022).

Ditambah lagi kata dia, Memasuki musim tanam ini biasanya ekonomi krisis. "Dari pangan tentu juga termasuk salah satunya karena Musim tanam biasanya pacakli,"ungkapnya

Untuk itu, lanjut dia pemerintah Provinsi Sumsel terus menekan inflasi sudah mewanti-wantinya sejak awal dengan berbagai program. "Kita sudah kerja sama dengan Bulog melakukan Operasi Pasar,"jelasnya 

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Erwin Soeriadimadja mengatakan Sumsel harus mewaspadai lonjakan harga mungkin akan terjadi kedepannya, mulai dari krisis pangan dan krisis energi.

"Inflasi di Sumsel ini memang terendah di regional Sumatera. Namun, kita harus tetap mewaspadai perkembangannya," kata Erwin.

Erwin menyebut, Bank Indonesia telah membuat usulan agar upaya pengendalian inflasi di Sumsel dapat berjalan dengan baik.

Diketahui, ada 8 usulan yang dikemukakan Erwin sebagai upaya pengendalian inflasi TPID.

Seperti, optimalisasi gerakan tanam sebagai tindaklanjut GSMPdan wujud nyata urban farming di seluruh daerah di Sumsel guna meningkatnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, lalu optimalisasi operasi pasar, optimalisasi produktifitas pangan, serta optimalisasi KAD.

"KAD ini dilakukan agar setiap daerah dapat saling mengisi, atau produksi pangannya bisa diisi oleh provinsi lain. Kita sudah melakukan penjajakan dengan berbagai pihak seperti Brebes, Food Station Jakarta, Kabupaten Bangli, dan penjajakan dengan daerah lain seperti Bengkulu dan Lampung," paparnya.

Dilain Pihak, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Ahmad Rijali menambahkan bahwa pihaknya sudah mengintruksikan Pemerintah kabupaten kota di Sumsel untuk turun melakukan operasi pasar

"Seluruh kabupaten kota sudah kita intruksikan untuk melakukan operasi pasar dengan cara masing-masing sudah mulai melakukan Muratara, Muara Enim dan yang lainnya dengan menggunakan anggaran dari CSR sesuai dengan kondisi daerah masing-masing,"papar Rijali

Kemudian kata dia, Gerakan Operasi Pasar yang digelar secara serentak di seluruh Kabupaten kota disumsel diyakini mampu menyeimbangi Inflasi

"Operasi Pasar akan terus dilakukan sampai akhir tahun sampai Panen maka Dengan gerakan ini akan mampu menyeimbangi inflasi ini,"ucapnya

Walaupun jelas dia, Sektor Pangan mengalami penurunan maka pemprov sudah mengantisipasi dengan berbagai program.

"Untuk September memang sektor pangan secara keseluruhan mengalami penurunan -0,45 Persen dengan langkah -langkah ini maka akan terus kita tekan Inflasi,"paparnya

Hadir dalam High Level Meeting TPID tersebut, Para Bupati dan Walikota di Sumsel, Kepala BPS Sumsel Zulkipli, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Lidya Kurniawati Christyana, dan semua pihak terkait lainnya.(Fera)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre