Breaking News

Petani Sido Makmur Ini Peroleh Rp1 Juta per Bulan

Foto: Lokasi Persawahan di Blok B, Desa Sido Makmur. Rabu, (26/10/2022).

MENTAWAI. FN- Bekerja di setengah hektar lahan sawahnya, Petani Damiri (50) ini peroleh Rp1 juta per bulan dari penjualan beras.  

"Luas sawah ini dibagi menjadi 25 petak," ujarnya di Blok B, Desa Sido Makmur, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Rabu, (26/10/2022). 

Dalam kurun waktu setahun ia dapat memanen padi sebanyak 3 kali. Untuk sekali panen, rata-rata ia mendapatkan padi sebanyak 20 karung atau 400 kilogram beras. 

Sementara itu 400 kilogram beras dijual Rp4 juta. "Untuk tambahan saya kadang bekerja di penggilingan padi setiap hari Sabtu dan Minggu," terangnya. 

Selain Damiri, terdapat 2 petani lain yang mengelola tanaman padi diarea persawahan Blok B tersebut. 

Bila dibandingkan pendapatan petani tersebut jauh dari ketetapan Jumlah ketentuan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di provinsi Sumatera barat. 

Dikutip dari kompas.com, melalui Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 562-889-2021 tentang Upah Minimum (UMP) Provinsi Sumatera Barat yaitu sebesar Rp 2.512.539. 

Angka UMP terhadap Upah Minimum Kabupaten/Kota tahun 2022 itu senilai Rp 2.512.539 di 19 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Terpisah, Kepala Desa Sido Makmur, Sohib membenarkan belum ada petani padi yang produktif. 

Ia menyebutkan, terdapat 3 titik lahan digunakan untuk persawahan di Desa Sidomakmur yakni, Blok A seluas 3 hektar, Blok B seluas 4 hektar dan Blok E seluas 25 hektar. 

"Padi ini setelah dipanen, dijemur, habis itu digiling, apabila mereka butuh uang baru dijual," sebut Kades itu. 

Dari 3 titik area persawahan saat ini masih 1 titik di Blok E yang telah dibangun saluran irigasi. 

Namun lanjutnya setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemdes selalu mengusulkan. Tentu realisasinya kembali pada Pemerintah Daerah. 

"Kita belum punya gabungan kelompok tani atau Gapoktan saat ini," terangnya. 

Disebutkan Sohib terdapat 3 kelompok tani di Desa Sidomakmur yaitu, Kelompok Srijadi di Blok E, Kelompok Suka Maju di Blok B dan Blok A dalam pendataan. 

Dari ketiga titik itu tingkat produksi padi yang memuaskan terdapat di blok A dan Blok B. 

"Untuk tanah persawahan di blok E zat asamnya masih tinggi, akibat keberadaan tanah di area rawa, hal itu berdampak terhadap jumlah produktivitas padi," terang Sohib.

Untuk peningkatan produktivitas padi dikatakan Sohib perlunya kekompakan dan keuletan antara petani. Salah satunya, kekompakan waktu menanam. 

Wartawan: Erik Virmando

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre