Breaking News

Pemkab. Pessel Lakukan Penambahan Gedung Baru Puskesmas



Painan, Figurnews.com -- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus melakukan penambahan pembangunan gedung baru pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Upaya itu bertujuan untuk menjangkau seluruh masyarakat hingga ke pelosok nagari demi meningkatkan kualitas kesehatan serta juga pelayanan medis kepada masyarakatnya.

Hal itu juga ditandai dengan diresmikannya gedung baru UPT Puskesmas IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas Rabu (11/10) oleh Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, dengan didampingi Ketua TP-PKK Pessel, Ny Yusneti Rusma Yul Anwar, Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni.

Peresmian gedung baru dengan wilayah kerja Nagari Taratak Tempatih IV Koto Mudik, dan Nagari Tuik IV Koto Mudik itu, juga dihadiri Camat Batang Kapas, Deni Anggara, Waka Polsek Batang Kapas, Ipda Wira Satria, Anggota DPRD Dapil I Pessel, Kepala UPT Puskesmas IV Koto Mudik, Ns. Sukmatal Kadipopu Rita Saif, S.Kep, Wali Nagari IV Koto Mudik, Zainir Idrus, serta para tokoh masyarakat lainnya.

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemkab Pessel terus memprioritaskan pembangunan kesehatan, salah satunya dalam bentuk pembenahan dan memperkuat fungsi seluruh puskesmas yang ada sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ya, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kecamatan, tentu fungsinya harus diperkuat, baik dari sisi aparatur maupun pelayanan medis,” kata bupati.

Disampaikannya bahwa dengan dibangunnya gedung baru UPT Puskesmas IV Kito Mudik yang representatif itu, maka kepada seluruh tenaga kesehatan juga diminta agar melakukan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat.

“Begitu juga dengan bidan yang berada di pusat kesehatan nagari (Puskesri), harus berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ingatnya.

Selain itu menurut bupati, Puskesmas juga dituntut untuk memiliki pelayanan unggulan yang berakses langsung ke masyarakat seperti pelayanan kesehatan terhadap beberapa penyakit yang rawan terjadi pada masing-masing daerah kerja Puskesmas tersebut.

Sekarang, setiap kecamatan telah memiliki Puskesmas baik Puskesmas Rawat Jalan, maupun Puskesmas Rawat Inap. Sementara Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) juga tersebar di 15 kecamatan yang ada.

Di sisi lain lanjutnya, kualitas sumber daya tenaga kesehatan terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. “Hal itu amat penting sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat semakin optimal di masa mendatang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu dia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Pessel, bersama UPT Puskesmas IV Koto Mudik dalam melakukan penanggulangan dan pemberantasan Stunting, melalui motto “Pasan Mandeh”, dan juga komitmen bersama Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Komitmen Stop BABS ini juga dilakukan oleh Puskesmas Pasar Kuok Kecamatan Batang Kapas, yang juga dibubuhi tanda tangan oleh empat nagari di wilayah kerjanya. Empat Nagari itu diantaranya, IV Koto Hilie, Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, dan Nagari Taluk Tigo Sakato.

Rusma Yul Anwar, dalam sambutannya juga menyampaikan terkait keterbatasan sarana puskesmas terutama lokasi parkir, diminta kepada wali nagari agar bisa membuat rencana kebutuhan melalui proposal agar bisa diselesaikan pada 2023 nanti.

Namun terkait jamban, dia meminta wali nagari agar bisa mengalokasikan anggarannya untuk membantu jamban masyarakat tersebut.

“Sebab dana desa atau nagari bisa dan dibolehkan untuk dialokasikan untuk pembuatan jamban tersebut. Setidak-tidaknya sebanyak 5 atau 10 unit setiap tahunnya, agar Stop BABS bisa benar-benar tercapai nantinya di daerah ini,” saran Rusma.

Lebih jauh di jelaskan bahwa motto Pasan Mandeh, tidak akan berjalan maksimal kalau tidak ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Dari itu melalui kesempatan ini saya mengajak semua masyarakat dan elemen yang di kecamatan ini agar mendukung penuh motto Pasan Mandeh ini dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah ini,” ajaknya

Kepada tenaga kesehatan dia juga berharap agar melakukan tugas dan fungsinya dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kepada masyarakat saya juga berharap agar melaksanakan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai jenis penyakit,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni, disela-sela peresmian Puskesmas tersebut menegaskan bahwa pihaknya tetap konsentrasi membenahi dan memperkuat fungsi Puskesmas yang ada di setiap kecamatan.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah meningkatkan disiplin aparatur, pelayanan medis, penyuluhan kesehatan masyarakat, pembenahan dan kebersihan lingkungan Puskesmas dan lainnya.

“Ya, fungsi Puskesmas harus diperkuat baik dari sisi aparatur maupun pelayanan medis. Namun tentu harus didukung dengan anggaran yang memadai, sehingga fungsi tadi dapat berjalan sebagaimana mestinya,” katanya pula.

Dia juga berharap melalui komitmen bersama Stop BABS, serta dengan telah diluncurkannya inovasi “Pasan Mandeh” pada Awal Agustus 2022 lalu dalam melakukan pemberantasan stunting, akan memberikan hasil yang maksimal dalam menurunkan angka stunting di Pessel.

“Sebab tahun 2024 nanti kita memang menargetkan penurunan angka stunting sebesar 14 persen dari prevalensi stunting 25,2 persen saat ini,” timpalnya. (Ef).

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre