Breaking News

Objek Wisata Equator Berada Ditanah Kelahiran Tuanku Imam Bonjol

 

Oleh : Ekie Noprismond sy
Wartawan Muda

Seputar Kabupaten Pasaman

Kabupaten Pasaman merupakan daerah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten lain baik yang berada dalam lingkup  Sumatera Barat maupun  lainnya. Bahkan Kabupaten Pasaman merupakan pintu gerbang bagian utara Sumatera Barat dengan berbatasan langsung dengan  Sumatera Utara. Luas Kabupaten Pasaman adalah 3.947,63 Km2 dengan 12 Kecamatan 37 Nagari Induk dan 25 Nagari Persiapan yang telah defenitif.

Kabupaten Pasaman merupakan salah satu dari 19 Kabupaten/kota yang terletak di ujung Utara  dengan ibu kotanya Lubuk Sikaping. Kabupaten Pasaman terletak pada posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera Barat dari arah Utara yang dilalui oleh garis khatulistiwa dengan letak geografis : 0055’ LU s/d 0006’ LS, 99045’ BT s/d 100021’ BT dengan ketinggian : 50 M s/d 2.912 M dpl dan batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara          : Berbatasan dengan Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Padang Lawas (Sumatera Utara).

Sebelah Selatan      : Berbatasan dengan Kabupaten Agam.

Sebelah Timur          : Berbatasan dengan Kabupaten 50 Kota dan Kabupatan   Rokan Hulu ( Riau).

Sebelah Barat          : Berbatasan dengan Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Mandailing Natal (Sumatera Utara).

 Sekilas Balik 10 Tahun Pariwisata di Pasaman

Perkembangan dari urusan pilihan pariwisata berdasarkan data indikator yang ada, untuk kunjungan wisata mancanegara pada tahun 2010 sebanyak 2,701 orang meningkat menjadi 5,611 orang pada tahun 2015 tetapi pada tahun 2016 sampai tahun 2020 terjadi penurunan, tahun 2016 menjadi 3.938 orang, tahun 2017 terjadi penurunan yang dratis menjadi 621 orang, tahun 2018 naik menjadi 797 orang, tahun 2019 naik menjadi 976 orang dan pada tahun 2020 pada masa pandemi Covid-19 terjadi penurunan tajam menjadi 25 orang.

Untuk Kunjungan wisata nusantara pada tahun 2010 berjumlah 10.422 orang mengalami kenaikan menjadi 16,884 orang pada tahun 2015, dan pada Tahun 2019 menjadi 28.582 orang tapi pada tahun 2020 dimasa pandemi kembali terjadi penurunan menjadi 592 orang.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kabupaten Pasaman tertinggi pada tahun 2015 mencapai 5.611 orang dan untuk kunjungan wisata nusantara tertinggi pada tahun 2019 yaitu mencapai 28.582 orang.

Mayoritas wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara ini mengunjungi objek wisata Equator Bonjol.

 Mengenal Lebih Dekat Equator Bonjol

Kita ketahui Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang dilalui garis khatulistiwa,. Setidaknya ada dua kota yang akrab dikenal sebagai daerah khatulistiwa yaitu Pontianak dan Bonjol.

Tapi sangat disayangkan daerah yang biasa disebutkan hanya satu, yakni Pontianak. Padahal, titik nol derajat bumi juga melintasi Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Pasaman, Kecamatan Bonjol.

Bonjol merupakan tanah kelahiran salah satu pahlawan nasional kita yaitu Tuanku Imam Bonjol yang terdapat bangunan Tugu Equator yang membentuk sebuah bangunan bulat yang mirip dengan globe berwarna biru muda.

Bola dunia yang berukuran kecil dengan dikelilingi tulisan “Equator” dapat kita temui pada saat memasuki kawasan Objek Wisata Equator Bonjol, selain itu dapat juga kita melihat rumah gadang yang merupakan ciri khas Minangkabau di kawasan tersebut serta Museum Tuanku Imam Bonjol yang lokasinya berdekatan dengan Taman Wisata Equator.

Depan Museum dapat kita lihat Monumen Tuanku Imam Bonjol yang dibangun untuk menghormati perjuangan Tuanku Imam Bonjol dalam mengalahkan penjajah dan penyebaran agama Islam.

Museum Tuanku Imam Bonjol tersebut menyimpan barang-barang peninggalan Tuanku Imam Bonjol, mulai dari sejarah perjuangan, etnografi dan foto. Selain itu, museum tersebut juga menyimpan barang-barang pribadi Tuanku Imam Bonjol, termasuk senjata perang, lukisan, dan silsilah keluarga.

Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menyambut transformasi kampung halaman Tuanku Imam Bonjol itu sebagai Land of The Equator, dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan sayembara pembuatan logo dan tugu Pasaman Land of The Equator sebagai simbol yang akan memperkenalkan Pasaman di kancah pariwisata internasional.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya ke Objek Wisata Equator Bonjol, Pemerintah Kabupaten Pasaman beberapa bulan kemaren melaksanakan kegiatan Pasaman Equator Festival (PasEFest) 2022. Dengan mendeklarasikan Pasaman Land of The Equator Ranah Khatulistiwa di Taman Museum Imam Bonjol, Pasaman untuk menjadikan Pasaman sebagai tujuan wisata.

 Negeri Tanpa Bayangan

Masyarakat Kabupaten Pasaman terkhususnya masyarakat Bonjol dapat menikmati Fenomena alam yang terjadi dua kali dalam 1 tahun. Peristiwa ini terjadi pada 21-23 Maret dan 21-23 September.

Pada Fenomena alam ini apabila bila berdiri di titik nol derajat maka bayangan kita akan berhimpit dengan badan dan bayangan kita tidak akan terlihat.

Dalam menyambut fenomena alam ini, pemerintah biasanya akan menyelenggarakan festival yang berlangsung selama beberapa hari dengan menampilkan kesenian tradisonal yang ada di Kabupaten Pasaman.

Secara geografis Kabupaten Pasaman yang terletak di kawasan tropis pada koordinat : 0055’ LU s/d 0006’ LS, 99045’ BT s/d 100021’ BT dengan ketinggian : 50 M s/d 2.912 M dpl, yang membelah garis khatulistiwa menerima sinar Matahari cukup lama dan hal tersebut memungkinkan sinar Matahari berada pada suatu titik tepat berada tegak lurus.

Fenomena tersebut sebagai hari tanpa bayangan ketika Matahari berada tegak lurus, bayangan yang terbentuk oleh benda tegak lurus pada posisi suatu benda.

Selain Equator di Bonjol juga terdapat Benteng Bukik Tak Jadi. Benteng ini berlokasi Kampung Caniago, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman. Sepanjang jalan menuju lokasi benteng terdapat beberapa makam kuno, salah satunya makam Inyiak Son Sangbulu yang merupakan pengikut Tuanku Imam Bonjol.

Faktor Pengembangan Objek Wisata Equator

Pengembangan industri pariwisata adalah salah satu cara untuk membuat suatu obyek wisata menjadi menarik dan dapat membuat para pengunjung tertarik untuk mengunjunginya. Ada beberapa indikator untuk dapat mencerminkan perkembangan pariwisata di Kabupaten Pasaman sebagai berikut :

Wisatawan

Karakteristik wisatawan harus diketahui, dari mana mereka datang, usia, hobi, status sosial, mata pencaharian, dan pada musim apa mereka melakukan perjalanan. Kunjungnan wisata sendiri dipengaruhi oleh beberapa motif wisata, seperti motif fisik, budaya, interpersonal, dan motif prestise.

Transportasi

Transportasi merupakan salah satu faktor untuk kemudahan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Unsur-unsur yang mempengaruhi pergerakan tersebut adalah konektifitas antar daerah, tidak ada penghalang, serta tersedianya sarana angkutan. Transportasi wisata harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan.

Atraksi/obyek wisata

Atraksi wisata merupakan daya tarik yang membuat wisatawan datang berkunjung. Atraksi wisata tersebut antara lain fasilitas olahraga, tempat hiburan, museum dan peninggalan sejarah, dan sebagainya.

Fasilitas pelayanan

Fasilitas yang mendukung keberadaan suatu obyek wisata adalah ketersediaan akomodasi (hotel), restoran, prasarana perhubungan, fasilitas telekomunikasi, perbankan, petugas penerangan, dan jaminan keselamatan. Selain syarat fasilitas dan pelayanan fasilitas, hotel akan berfungsi dengan baik sebagai komponen pariwisata jika memenuhi persyaratan lokasi. Persyaratan lokasi menuntut lingkungan yang dapat mendukung citra hotel, demikian juga dengan syarat aksesibilitas yang menuntut hotel harus mudah ditemukan dan mudah dicapai.

Informasi dan promosi

Agar pemasaran pariwisata dapat menarik banyak wisatawan, maka diperlukan publikasi atau promosi, kapan iklan dipasang, kemana leaflets/ brosur disebarkan sehingga calon wisatawan mengetahui tiap paket wisata dan wisatawan cepat mengambil keputusan.

Kebersihan Objek Wisata

Kebersihan merupakan salah satu tolak ukur menambah minat wisatawan untuk mengunjungi Objek Wisata. Terpenuhinya tempat tempat pembuangan sampah, baik sampah organik maupun sampah on organik.

Penulis : Ekie Noprismond/Wartawan Muda

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre