Breaking News

Kapal WNA yang Alami Mati Mesin Ditemukan pada Jarak 10.8 NM dari Sikakap


Foto: Tim SAR Gabungan menemukan Kapal WNA yang sempat alami mati mesin di Samudera Indonesia 7 hari yang lalu. Sabtu, (08/10/2022).

MENTAWAI. FN- Tim Search And Rescue (SAR) Gabungan menemukan Kapal Warga Negera Asing (WNA) yang sempat mengalami mati mesin 7 hari yang lalu. Kapal ditemukan pada jarak 10.8 nanometer atau 13 kilometer dari Dermaga Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Kapal layar motor Mahana milik WNA, Greffier Didier (64) laki-laki asal Perancis itu ditemukan pada titik koordinat : 2° 55`6" S - 100°6'2" E dengan jarak 10.8 NM Radial 218° Garis lurus dari dermaga Sikakap pada hari Ini Sabtu, 08 Oktober 2022 pukul 06.45 Wib. 

"Korban saat ini telah di bawa ke dermaga Sikakap, tim SAR gabungan juga membawakan logistik yang dibutuhkan korban saat evakuasi," ujar Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal kepada figurnews.com. Sabtu, (08/10/2022). 

Tim SAR gabungan menyerahkan logistik seperti makanan, air mineral, vitamin dan BBM kapal di titik penemuan kapal WNA tersebut. 

"Kapal WNA itu hendak menuju negara Thailand, namun karena mati mesin dan tiang layar patah, maka terdampar ke wilayah kerja kantor SAR Mentawai," terang Akmal. 

Sebelumnya, dikatakan kapal layar tersebut mati mesin pada hari Minggu, 02 Oktober 2022. Usai menerima informasi dari Badan SAR Nasional.  

Informasi tersebut disampaikan Badan SAR Nasional dari email Perancis. "Korban sempat menghubungi keluarganya di Perancis menggunakan layanan telepon satelit dan anak korban meneruskan," tambah Akmal.   

Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melakukan aksi pencarian dan pertolongan menggunakan Kapal Ramawijaya 240 Mentawai kemaren Rabu, 05 Oktober 2022 pukul 15.00 Wib dari Pelabuhan Laut Tuapeijat dengan estimasi waktu 18 jam.  

Setiba di koordinat 3°8'55" S '99°3'34" E pada hari Rabu, 05 Oktober 2022 pukul 23.25 Wib, Tim SAR Gabungan kembali ke pelabuhan laut Tuapeijat dan sampai pada hari ini Kamis, 06 Oktober 2022 pukul 06.40 Wib.  

Waktu itu, pencarian dan pertolongan dihentikan akibat ketinggian ombak melebihi 2,5 meter dan kecepatan angin 37 Knots. 

Kondisi cuaca saat itu membahayakan tim gabungan dalam pencarian. Sehingga pencarian dan pertologan dihentikan. Pihaknya tetap melakukan pemantauan, pemapelan dan E-Broadcast. 

Namun pada hari ke-5 tepatnya Kamis, 06 Oktober 2022 pukul 10.15 Wib, kapal kembali beroperasi dengan kecepatan 3,5 Knots berada di titik koordinat 4°49'24.00" S - 98°40'18.00" E dengan jarak 175 NM dan Heading 198° dari Dermaga Tuapeijat. 

"Korban ingin kapalnya turut dievakuasi, jadi koban berupaya menyelamatkan kapalnya," tutup Kakansar itu.  

Wartawan: Erik Virmando

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre