Breaking News

Mengenal Kompol Muzhendra, Perwira Polisi Humanis, Nasionalis dan Penuh Kepedulian

 


Pasbar, Figurnews.com

Lahir dari keluarga dengan segala kenangan sebagai anak anggota Polisi, menjadikannya sebagai sosok perwira menengah berkarakter pengayom dan siap sedia melayani masyarakat dimanapun dan kapanpun dibutuhkan dilingkungan Kepolisian Resor Pasaman Barat. 

Kompol Muzhendra, S.H. M.H, demikian ia dikenal dan saat ini menjabat sebagai Kabag SDM dilingkungan Polres itu yang dinilai banyak pihak sebagai polisi yang humanis dan mudah bergaul dengan semua kalangan. 

Mulai dari mahasiswa, aktivis, jurnalis, serta kalangan profesional dan unsur masyarakat lainnya selalu menjalin komunikasi dengan baik hingga lintas sektoral. 

Sebagai Kepala Bagian Sumberdaya Manusia (SDM) Polres Pasaman Barat, tentu banyak berperan aktif dalam menyelenggarakan administrasi dan pembinaan personil. 

Jenjang karir dan pengalamannya mengabdi di Polri menambahkan wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Baik saat bertugas maupun ketika Ia harus berbaur bersama masyarakat dalam kehidupannya sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat adat setempat. 

Ibarat kata, sebagai putra asli daerah Pasaman Barat, Kompol Muzhendra selalu mendedikasikan dirinya untuk mengabdi di tanah kelahiran. 

Tak bisa dipungkiri, sebagai seorang polisi tentu dituntut untuk selalu menjaga marwah institusi tempat Ia mengabdikan sebagai pelayan masyarakat yang berusaha selalu menjaga kabupaten itu dalam kondisi kondusif dan terjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat yang berada di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Sulit memang, namun upaya itu tetap harus diambil dan harus mampu dijelaskan secara gamblang kepada masyarakat yang terkadang sudah terbawa arus informasi menyesatkan.  

 Alhasil, upaya yang dilakukan itu seakan menjadi pertahanan utama terhadap kewibawaan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang jelas akan ikut tergerus akibat adanya desakan naluriah masyarakat untuk minta dilindungi dan diperhatikan nasibnya. 

Dalam bincang-bincang pada suatu kesempatan, Kompol Muzhendra mengatakan daerah itu merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Pasaman. 

"Sebagai daerah yang baru mekar, memang banyak yang harus dibenahi. begitu juga dengan Kamtibmas,  Persoalan yang terjadi di sini, mulai dari konflik lahan, kriminalitas yang cukup tinggi, daerah yang salah satu menjadi masuk dan keluarnya barang haram. Di sinilah kehadiran Polri diharapkan masyarakat,"katanya.

Menurutnya, sebagai insan polisi yang senantiasa dituntut untuk selalu mengedepankan nilai-nilai profesional, tentu menjadi sebuah target utama dalam menciptakan kondisi Kamtibmas yang terpelihara baik dimanapun berada. 

Begitu juga di tingkat Kabupaten Pasaman Barat, tentunya upaya menciptakan kondisi yang dinamis dan harmonis, adalah misi yang tidak bisa dilengahkan begitu saja.

Ia mengibaratkan polisi seperti keberadaan unit mobil Water Canon atau Bom Air, sebuah unit mobil berselimut baja dan dilengkapi alat penyemprot air. 

Keberadaan unit mobil itu pada situasi awal merebaknya virus pandemi COVID-19 pada medio 2020, dimana situasi sangat tidak menentu dan masyarakat pada waktu itu sangat membutuhkan arahan serta informasi yang jelas dalam menghadapinya. 

Kala itu, institusi Polri diseluruh Indonesia mengerahkan unit mobil bom airnya untuk melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke seluruh kawasan permukiman yang memiliki kasus suspek masyarakat terpapar virus itu. 

Ya.. Meskipun sebagian ahli dunia mengatakan hal itu tidak bisa membasmi virus yang penyebarannya sangat cepat, namun tidak bisa dipungkiri upaya tersebut mampu menjadi sedikit perangsang dalam menenangkan psikologi masyarakat yang terkungkung rasa cemas akan dampak yang ditimbulkan dan telah merenggut nyawa jutaan manusia di dunia termasuk Indonesia. 

Sehingga, lanjutnya, kebijakan yang harus diambil oleh pihak pemerintah dapat dipahami secara utuh tanpa menimbulkan konflik sosial yang akan akan merugikan masyarakat itu sendiri. 

"Kami sangat memahami kondisi sulit masyarakat, semoga langkah kecil ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi pengingat untuk selalu bersatu dalam kebersamaan yang harmonis, " harapnya. 

Ia mencontohkan, dalam penanganan unjuk rasa yang marak belakangan ini, sebagai negara demokrasi unjuk rasa atau demo juga tidak bisa dilarang. Namun, Polri  hadir mengamankan aspirasi masyarakat.

"Alhamdulillah di Kabupaten Pasaman Barat mahasiswa-mahasiswi serta masyarakat masih menjaga toleransi dan itu kita harapkan terus terjadi,"katanya.

Kondusifitas itu perlu dipertahankan dan tentu saja tidak akan mampu dijaga tanpa keterlibatan semua pihak baik dari instansi, institusi bersama seluruh masyarakat.

Ia juga meminta dukungan masyarakat untuk Polri, karena tanpa dukungan masyarakat tidak akan tercipta tujuan bersama. Dan yang terpenting sekali bagaimana personil nyaman menjalankan tugas pokoknya sebagai penegak hukum, melayani dan mengayomi masyarakat.

Diakhir bincang santai itu, Muzhendra sempat menceritakan tentang kekagumannya kepada sosok Jenderal Hoegeng, Polisi panutan yang dikenal gigih dalam mempertahankan kebenaran yang diyakininya.

"Saya selalu berpegang teguh pada kata-kata beliau, bahwa memang baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik. Karena orang penting ada masanya, namun menjadi orang baik itu selamanya,"tutupnya.(Dolop/ows)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre