Breaking News

Dua Tersangka Kembalikan Uang Gratifikasi RSUD Pasbar Sebesar 370 Juta


Pasbar,Figurnews.com--Dua tersangka perkara dugaan gratifikasi pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengembalikan uang hasil suap yang mereka terima ke penyidik Kejaksaan Negeri setempat, Jum'at (16/09). 

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana, di Simpang Ampek, mengatakan pengembalian kali ini  atas nama tersangka AS sebesar Rp 350 juta dan tersangka atas nama YE sebesar Rp 20 juta yang diantar langsung oleh kuasa hukumnya Ir. Johny J. David, S.H., M.H.

"Uang tersebut merupakan hasil dugaan suap yang mereka terima saat menjadi panitia lelang pada Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk memenangkan pihak rekanan , PT MAM Energindo sebagai pelaksana kegiatan pembangunan gedung RSUD Pasaman Barat pada tahun anggaran 2018 sampai dengan 2020 (tahun jamak-red) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 134.859.961.000," ungkapnya.

Menurutnya, pengembalian ini adalah untuk ketiga kalinya diterima penyidik dengan total jumlah yang sudah dikembalikan sebesar Rp 4,270 miliar dari total Rp 4,5 yang diduga telah diterima oleh seluruh tersangka. 


Untuk selanjutnya, lanjut Ginanjar, uang sebesar Rp 370 juta oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman Barat langsung dititipkan di rekening kejaksaan untuk dijadikan sebagai barang bukti perkara tindak pidana korupsi dalam pembangunan RSUD Pasaman Barat.


"Pengembalian pertama dilakukan oleh tersangka atas nama HAM sebesar Rp 3,8 miliar disusul tersangka LD sebesar Rp 100 juta, dan total hingga saat ini sudah empat tersangka yang sudah beriktikad baik untuk mengembalikan uang suap yang mereka terima melalui keluarga yang bersangkutan, " jelasnya. 

Ia menegaskan, pihak penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman Barat sampai dengan saat ini masih terus berupaya mengembalikan seluruh kerugian negara yang ditimbulkan dari perbuatan melawan hukum berupa penyelewengan dana pembangunan RSUD Pasaman Barat. 

"Selain bisa melalui iktikad baik untuk mengembalikan sendiri, pihak penyidik juga bisa melakukan upaya paksa berupa penyitaan terhadap aset-aset milik para tersangka yang patut diduga diperoleh dari hasil menggelapkan uang negara dari proyek tersebut, " tutupnya.

Pantauan wartawan, pelaksanaan penyerahan uang suap tersebut berlangsung tertib, aman dan terkendali. 

Pada proses tersebut, pihak penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman Barat tetap menerapkan standar prosedur protokol kesehatan.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat, menerima pengembalian dana dari HM tersangka tindak pidana gratifikasi atau suap sebesar Rp 3,8 Miliar, di Kantor Korps Adhyaksa daerah itu. pada Selasa (23/08). 

Kepala Kejaksaan Negeri setempat, Ginanjar Cahya Permana, dalam keterangan persnya mengatakan uang tersebut berasal dari salah seorang tersangka pada perkara pembangunan gedung RSUD Pasaman Barat berinisial HAM, yang diduga telah melakukan permufakatan jahat untuk memenangkan PT MAM Energindo sebagai rekanan pelaksana proyek bernilai Rp 130 miliar lebih itu. 

"Uang tersebut diserahkan melalui penasehat hukum yang bersangkutan dan akan dititipkan di rekening penitipan Kejaksaan Negeri Pasaman pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) setempat, " ungkapnya. 

Ia menyebutkan, meskipun pengembalian dana tersebut dilakukan secara sukarela tanpa upaya paksa oleh penyidik, namun tidaklah menghilangkan persangkaan yang sudah ditetapkan oleh penyidik sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. 

Menurutnya, jumlah tersebut masih dibawah perkiraan pihaknya berdasarkan keterangan saksi, yang mana nilai suap pada perkara itu diduga mencapai Rp 4,5 miliar dari total Rp 11,5 miliar yang disepakati oleh para tersangka.***Rully Firmansyah

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre