Breaking News

Ribuan Produk Berbahaya, Kosmetik, Terasi dan Obat Kuat di Musnahkan BBPOM Palembang


Palembang, Figurnews.com,-

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) musnahkan Ribuan Produk mengandung zat berbahaya seperti Kosmetik, Terasi dan obat kuat hasil sitaan selama tahun 2022.


Kepala BBPOM Kota Palembang Drs. Zulkifli Apt, mengatakan bahwa pemusnahan produk hasil pengawasan Balai Besar POM di Palembang ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat mengenai kinerja dan kapabilitas Badan POM dalam melindungi masyarakat dari penggunaan obat dan makanan yang berbahaya bagi kesehatan dan merugikan ekonomi nasional.


"Jadi yang kita musnahkan ini ada Kosmetik yang tanpa ijin edar sebanyak 6118 pcs, yang kadarluarsa sebanyak 113 pcs, mengandung Merkuri 674 pcs, obat Kuat tradisional tanpa ijin edar sebanyak 6404 botol dan mengandung Kima berbahaya 36 botol seperti jamu,"katanya


"Bahan pangan tanpa ijin edar 3958, Kadarluarsa/rusak 308 pcs, mengandung bahan berbahaya 33 pcs, dan Obat tanpa ijin edar sebanyak 660 pcs tanpa kewenangan sebanyak 103 pcs,"ungkapnya


Kemudian lanjut dia, Produk yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan Balai Besar POM di Palembang di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dari bulan Januari 2022 sampai dengan Agustus 2022 yang diserahkan oleh pemilik produk kepada petugas Balai Besar POM di Palembang untuk dimusnahkan.


"Nilai ekonomi produk yang kita musnahkan hari ini senilai Rp. 179.837.858, untuk Terasi kita temukan di Kota Palembang ada sebagian diantaranya diluar Palembang," paparnya



Sementara Walikota Palembang Fitriyanti Agustina mengatakan dari kegiatan hari ini diambil hikmahnya dan miris sekali ditengah masyarakat masih banyak temuan yang sifatnya merugikan masyarakat dan juga negara.


"Hasil temuan ini tidak membuat kita berbangga diri, bahkan ini miris karena dikota Palembang walaupun kami intens tapi masih banyak juga temuan kita terbukti dengan barang-barang yang kita musnahkan hari ini,"


Maka dari itu, lanjut Fitri berharap dengan adanya kegiatan hari ada beberapa oknum dan sebagainya bahwa pemerintah kota Palembang akan tegas dalam penegakan aturan.


"Saya wakil walikota Palembang menegaskan bahwa saya berharap tidak ada lagi temuan-temuan Seperti ini yang sifatnya merugikan warga kota Palembang,"harapnya

Menurut Ditkrimsus Polda Sumsel bahwa pelaku yang terlibat telah di tindak tegas untuk menimbulkan epek jera.


"Pelaku sudah ditindak tegas dan sudah vonis artinya ada penegakan hukum yang dilakukan oleh Ditkrimsus Polda Sumsel dan ada juga dilakukan pembinaan oleh Balai Besar POM guna untuk mengedukasi agar tidak mengulangi perbuatannya," ucapnya


Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Ahmad Rijali bahwa pihaknya pada dasarnya mendorong industri rumah tangga tetap melakukan produksinya tapi tetap berpacu pada aturan karena menyangkut kesehatan masyarakat.

 "Sebenarnya kita mendorong pelaku Industri tapi perlu dua hal yang harus dilakukan apabila itu menyangkut bahan makanan dan obat-obatan maka harus ada ijin edar apalagi produk yang lebih dari dua minggu tanpa ijin edar dan jangan sampai melebihi masa berlakunya kadarluarsanya karena itu dianggap melanggar aturan dan membahayakan kesehatan masyarakat,"katanya.

Turut hadir dalam pemusnahan tersebut Ketua YLKI Provinsi Sumsel Taupik Huni, Staf Ahli Walikota Palembang Altur Febriasyah.(Fera)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre