Breaking News

Prosesi Ritual Kirab Budaya Memperingati 1 Suro 1444 H Di Menang Pagu

 


Kabupaten Kediri, Jatim Figurnews.com. –Semenjak terjadinya wabah penyakit atau istilah orang dulu menyebut penyakit bagebluk yaitu yang diakibatkan adanya virus Covid -19 yang melanda negara Kita selama kurang lebih 2 tahun segala bentuk kegiatan kemasyarakatan dan keramaian yang mengundang kerumunan masyarakat dilarang oleh Pemerintah oleh karena itu masyarakat rindu akan adanya acara budaya yang harus di uri uri oleh bangsa yang besar ini . 

Acara Kirap Budaya melestarikan leluhur yang adi luhung .prosesi kirap budaya ,diawali dengan laporan pelaksanaan kirap oleh Kepala Desa Menang , dan selanjutnya penyerahan Pusaka Tombak Kiyai Bimo ( Kiyai Plered) dari Keluarga Besar Hondho Dento dari Jogjakarta , yang kemudian diserahkan  Kepada Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Bub. 

Selama dua puluh tahun Bupati Kediri belum ada yang hadir seperti pada acara Ritual Kirab Budaya yang memperingati 1 Suro /1444 H , hari ini tidak seperti biasanya dimana dalam pelaksanaan tersebut mesti di wakilkan, tetapi dalam pelaksanaan acara tersebut pada hari, Sabtu 30/07/22, Bupati Kediri Hadir dan memberangkatkan Kirap Prosesi Ritual 1 Suro, ucap kasduri salah satu warga sekitar sendang Tirta kamandanu, desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. 

Dengan sambutan singkatnya Bupati Kediri ,menyampaikan akan terus mensuport Rangkaian acara tahunan ini patut untuk dilestarikan. 

Ribuan Masyarakat yang menyaksikan rangkaian acara pemberangkatan ini sangat antusias sekali dikarenakan Baru pertama kali ini terjadi pada acara tahunan 1 Suro dihadiri oleh  Bupati Kediri .

Hadir juga dalam acara ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Kediri, Muspika Kecamatan Pagu, serta dari beberapa Organisasi Pelestari Budaya se jawa timur, dan Para Tokoh Sesepuh Pelestari Budaya.

Selain itu juga dihadiri oleh Ketua Dprd Kabupaten Kediri yang juga mengikuti jalanya kirap sampai dengan acara prosesi untuk mengatur di Lokasi Muksa Joyoboyo sampai di tempat sendang Tirto Kamandanu yang jaraknya dari pamuksan Joyoboyo kurang lebih 300 Meter. 

Prosesi Ritual Agung 1 Suro 1444 H (30 -7-2022 )Tahun Baru Hijriah 1444 H, di Petilasan Muksa di tempat Bertapa yang pada akhirnya  Menghilang Tanpa Meninggalkan Raganya (Kasampurnan) , dari Raja Kediri pada zaman dulu dan itu merupakan peringatan yang diadakan setiap tahunya pada setiap 1 Suro , atau upacara tradisional untuk mengenang seorang Raja yang pernah Jaya memerintah di Kerajaan Khadiri.

Sedikit cuplikan cerita, Petilasan atau pamuksan Raja Kediri Sri Aji Joyoboyo berada di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Tempat wisata religi sekaligus melestarikan budaya. 

Diketahui, Maharaja Jayabaya adalah Raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157 M. Sri Aji Jayabaya dikisahkan moksa di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Tempat petilasannya tersebut dikeramatkan oleh penduduk setempat dan masih ramai dikunjungi sebagai wisata religi.

Nama gelar lengkap Raja Joyoboyo adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Tunggadewa.

Pemerintahan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya dianggap sebagai masa kejayaan Kediri.

Peninggalan sejarahnya berupa prasasti Hantang (1135), prasasti Talan (1136), dan prasasti Jepun (1144), serta Kakawin Bharatayuddha (1157).

Pada prasasti Hantang, atau biasa juga disebut prasasti Ngantang, terdapat semboyan Panjalu Jayati, yang artinya Kediri menang.

Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk desa Ngantang yang setia pada Kediri selama perang melawan Jenggala.

Dari prasasti tersebut dapat diketahui kalau Jayabaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Kerajaan  Janggala pada waktu itu dan mempersatukannya kembali dengan Kerajaan Kediri.

[Rudy. P]

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre