Breaking News

Rahmadani Putra Berpeluang Wakili Indonesia Ikuti Olimpiade Anak - anak Difabel



Painan, Figurnews.com --
Rahmadani Putra tetap berpeluang mewakili Indonesia mengikuti olimpiade anak-anak difabel di Berlin, Jerman, meski hanya menyabet perak di Pesonas tingkat nasional di Semarang.

Pelatih Rahmadani Ali Effendi mengatakan peluang tersebut dikarenakan sprinter 25 Meter pernah itu pernah menempati posisi dua nasional pada ajang serupa di Jakarta untuk kelas usia 15 tahun, atau setingkat devisi II.

"Nah, waktu di Semarang dia bertanding melawan kelompok divisi I, bahkan nyaris mendapat emas. Pada etape pertama Rahmadani unggul, tapi tidak di etape berikutnya," ungkapnya di Painan.

Rahmadani merupakan satu-satunya putera daerah Pesisir Selatan yang mewakili Ranah Minang di ajang Pekan Spesial Olympic Nasional (Pesonas) ke-1 di The Holy Stadium Semarang, Jawa Tengah 3 Juli-8Juli silam.

Keberangkatan Rahmadani ke Semarang di lepas langsung Bupati Rusma Yul Anwar. Bupati mengaku bangga pada Rahmadani, karena mampu membuktikan kekurangan bukanlah halangan.

Bahkan bupati mengajak masyarakat Pesisir Selatan agar turut mendoakan kesuksesan Rahmadaji, karena tak hanya membuat bangga Pesisir Selatan, tapi sekaligus Sumatera Barat dan Indonesia.

Ia merupakan salah seorang dari siswa kelas 11 di Sekolah Menengah Atas (SMA) berkebutuhan khusus di Sago Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Tak hanya di Pesonas, Rahmadani telah meraih banyak prestasi lainnya di bidang atletik.

Ali Effendi melanjutkan seharusnya yang bisa berangkat ke Berlin adalah para peraih medali emas, namun panitia masih memberi kesempatan pada Rahmadani untuk ikut membela tanah air di Jerman.

Selain berbagai torehan prestasi yang diraih Rahmadani, kelas yang diikuti Rahmadani di Pesonas Semarang adalah kelompok divisi I. Karena itu saat ini pihaknya terus koordinasi dengan panitia soal kepastiannya.

Bagi Rahmadani, tidak ada tempat di dirinya untuk putus asa, karena semua adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Ia pun percaya rahasia di balik rencana pemilik semesta tak akan sia-sia.

Kodrat sebagai manusia biasa hanya berusaha, berdoa dan selanjutnya berserah pada keputusan-Nya. Meski dengan kondisi terbatas bukan alasan berharap empati, apalagi harus mati.

Bukan juga alasan mengharapkan belas kasihan. Keyakinannya dirinya akan janji dan rencana Tuhan telah ia buktikan. Kekurangan adalah sebuah kelebihan, bukan keadaan.(Ef).

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre