Breaking News

Polres Pasaman Barat Tangguhkan Penahanan Satu Tersangka Penganiaya Karyawan PT Anam Koto

Photo Mako Polres Pasbar (Jumat 16/7)

Pasbar,Figurnews.com- Kepolisian Resor Pasaman Barat mengabulkan permohonan penangguhan penahanan satu tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap korban D karyawan  PT. Anam Koto yang diajukan kuasa hukum LBH Padang.

"Dari lima orang tersangka, hanya satu klien kami yang dikabulkan penangguhan yaitu Inisial W yang disetujui Polres Pasbar, Ia diperbolehkan pulang. Sementara empat orang  lagi masih ditahan" ungkap Decthree Ranti Putri LBH Padang saat ditemui di Mako Polres Pasbar, Jumat malam (16/7/2022) sekitar jam 20:50 Wib.

Ranti menerangkan, Kelima kliennya ditetapkan tersangka dan ditahan dengan tuduhan dugaan melakukan tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama, yakni melakukan kekerasan/penganiayaan terhadap korban salah seorang karyawan perusahaan PT. Anam Koto.

Sebelumnya kronologis dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP tersebut terjadi pada tanggal 28 Mei 2022 sekitar pukul 09.00 Wib. Tempat kejadian perkara di area perkebunan kelapa sawit  di lahan HGU PT Anam Koto, yang diduduki massa SPI basis Aia Gadang sejak tanggal 21 Februari 2022.

Berdasarkan adanya Laporan Polisi Nomor : LP/B/128/V/2022 /SPKT/Polres Pasaman Barat dilakukan. Dilakukan pemeriksaan pada Kamis malam (15/7) hingga ditetapkan lima orang sebagai tersangka dan ditahan.

Lima orang  tersangka tersebut diantaranya  inisial W(32 tahun) perempuan dan empat orang laki-laki inisial I (39 tahun), S (41 tahun), R (31 tahun) dan J (45 tahun)

Pasca dari penahanan yang dilakukan pada kamis malam tersebut, mengakibatkan puluhan anggota Serikat Petani SPI basis Aia Gadang mendatangi Polres Pasbar untuk meminta keadilan agar rekan-rekan mereka yang ditahan bisa dilepaskan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang terus berupaya mengajukan permohonan penahanan terhadap ke-lima tersangka .

"Kita sudah koordinasi dan mengajukan surat permohonan pemindahan status tahanan pada Jumat pagi (22/7). Akhirnya permohonan penangguhan penahan terhadap tersangka W dapat dikabulkan oleh pihak Polres. Sementara Empat orang klien LBH Padang masih ditahan. Kami  mohon juga untuk dapat menangguhkan ke-empat klien kami tersebut" kata Rianti.

Ia menegaskan dari Advokat Publik LBH Padang hanya mendampingi kelima tersangka, bukan kuasa hukum SPI.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pasbar, AKP Fetrizal menyampaikan, penahanan terhadap kelima tersangka sudah sesuai prosedur hukum, dan juga berdasarkan adanya laporan, makanya tim Reskrim melakukan proses hingga melakukan penahanan terhadap kelimanya.

Fetrizal meminta dan menghimbau kepada masyarakat agar menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Ia mengaku, memang pihaknya Jumat pagi telah mendapatkan surat permohonan dari kuasa hukum tersangka, tentang permohonan pengalihan tahanan menjadi tahanan kota.

Ia juga membenarkan permohonan penangguhan penahanan sudah disetujui oleh Polres Pasbar untuk tersangka W.

Dikatakannya, hingga kini proses penyelidikan dan penyidikan sudah dan sedang dilakukan, untuk itu silahkan masyarakat mengikuti proses yang sedang berjalan.

"Harapan kami, mari secara bersama agar kita dapat menjaga situasi kondusif sambil menunggu proses hukum sesuai undang-undang berlaku," harapnya.

Selepas tersangka W ditangguhkan dan dibolehkan pulang, puluhan massa yang berkumpul sejak Kamis hingga Jumat malam di belakang Mako Polres Pasbar akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre