Breaking News

Polres Pasaman Barat Buru MJ Tersangka Pedofil

Pasaman Barat,Figurnews.com

Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap seorang laki-laki , Inisial MJ (45) sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan asusila pedofil terhadap dua anak di bawah umur. Usia korban sekitar 10 tahun dan 12 tahun.

Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto melalui Kepala Satuan Reskrim Fetrizal S, S.I.K ,MH didampingi Kanit PPA Aiptu Khairil, SH di Simpang Empat, Senin (4/7/2022) menyampaikan MJ ditetapkan Daftar pencarian orang.

"Tersangka MJ pekerjaan petani, warga Perumnas Griya Makmur Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat. Hinga sekarang masih dicari keberadaannya". urai Fetrizal.

Pihaknya sudah menerbitkan DPO terhadap pelaku. Tim sedang berupaya mencari keberadaan pelaku.

Ia membenarkan sebelumnya ada masyarakat komplek Perumahan Pratama Griya Makmur Jalur 32 melaporkan dugaan perbuatan pedofilia.

Pihaknya telah memanggil sejumlah saksi dan mengumpulkan keterangan. Dari hasil pemeriksaan itu, Polres Pasaman Barat telah menetapkan pelaku sebagai tersangka.

Pencabulan terjadi sekitar bulan Maret 2022, Menurut pengakuan korban saat diperiksa, peristiwa itu juga pernah terjadi sebelumnya.

Setelah gelar perkara dan ditetapkan tersangka. Keberadaan MJ tidak ditemukan hingga sekarang.

"Surat DPOnya sudah kita keluarkan. Sebab, sebelumnya pelaku sudah mau ditangkap di rumahnya tetapi pelaku tidak berada di rumah. Kita terus memantau keberadaannya," tegasnya.

Menurutnya kerjasama masyarakat setempat sangat diharapkan untuk membantu memberikan informasi keberadaan tersangka.

"Akan terus kita cari keberadaannya. Jika ada yang melihat tolong informasikan kepada kami," harapnya.

Ketua Komplek Perumahan Pratama Griya Makmur, Fima Al Amin menjelaskan masyarakat komplek perumahan saat ini sudah resah karena diduga hingga saat ini korban dari pelaku ada dua orang yakni seorang anak SMP berumur 13 tahun dan seorang anak SD berumur 10 tahun.

"Korban sudah diperiksa dan sejumlah saksi telah dipanggil diminta keterangan oleh pihak Polres," katanya.

Ia menyebutkan kejadian itu berawal dari tertangkap tangannya pelaku oleh seorang anak SMP di kebun sawit belakang salah satu sekolah di Pasaman Baru Kecamatan Pasaman pada bulan Maret 2022.

Kemudian anak yang melihat itu bercerita ke pihak sekolah dan pihak sekolah memanggil korban menanyakan persoalan perbuatan pelaku.

"Melihat itu pihak sekolah bercerita ke pengurus komplek perumahan. Setelah pengurus komplek menanyakan ke korban dan mengaku hanya dipegang-pegang," katanya.

Mendengar hal itu, pengurus komplek membawa persoalan ini bidang perlindungan anak dan membuat laporan ke Polres Pasaman Barat. Setelah itu pihak Polres Pasaman Barat memanggil sejumlah saksi termasuk pelaku dan korban.

Keluarga korban koperatif dalam penyelesaian kasus ini dan pengurus komplek bersama keluarga korban membawa kasus ini ke dinas perlindungan anak dan kepolisian.

Dalam perjalananya, ada seorang anak berumur 10 tahun yang mengaku juga jadi korban pelecehan. Dengan demikian untuk sementara ada dua anak diduga menjadi korban pelaku.

"Kami berharap pelaku cepat diamankan karena warga komplek merasa was-was dan cemas terhadap anak-anak mereka," harapnya.

Selain itu situasi sore hari Komplek PGM yang biasanya ramai saat ini menjadi sepi karena orang tua merawa was-was karena diduga pelaku juga tinggal di komplek perumahan itu.

"Mudah-mudahan persoalan ini cepat diatasi dan pelaku cepat diamankan. Kita warga komplek siap mendukung kinerja Polres dan jangan ada yang berusaha melindungi pelaku," harapnya.

(Dodi ifanda)


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre