Breaking News

Penutupan MPLS SMKN 5 Palembang di Hadiri Kepala Dinas PPPA Sumsel



Palembang, Figurnews.com,-

Hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang di hadiri oleh Kepala plt Dinas PPPA Yenny Yulianti sebagai Narasumber.

Kegiatan tersebut bertempat di Aula SMKN 5 Palembang, Jum'at (15/07/2022).

Kepala Sekolah SMKN 5 Palembang Zulkarnain mengatakan kegiatan MPLS berlangsung selama tiga hari sesuai petunjuk dari Kepala Dinas Pendidikan Sumsel.

Untuk itu ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membekali siswa siswi agar terhindar dari ancaman berbahaya dari luar sekolah.

"MPLS Kita sesuai petunjuk selama tiga hari mulai tanggal 13,14,15 dan 18 dan 19 kita ada oreantasi Pramuka penegak karena itu itu tuntutan kurikulum jadi kita laksanakan sistem blog,"katanya

Kemudian Lanjut dia, Selain Kepala Dinas PPPA juga mengundang Dari Kepolisian dan juga dari BNNP untuk mengisi Kegiatan MPLS di SMKN 5 Palembang.

"Jadi Kito memang mengundang narasumber dari eksternal dari dinas PPPA karena sekolah Kito ini banyak perempuannya, Dari BNN juga untuk mencegah dari penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya, Serta dari kepolisian Bhabinkamtibmas termasuk penekanan kepatuhan anak terhadap penggunaan Kendaraan,"ucapnya



Sementara Plt Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumsel Yenni Yulianti mengatakan bahwa Pihaknya memang membidik anak-anak sekolah untuk sosialisasi terkait ancaman yang akan berdampak buruk dikemudian hari.

"Kita memang sosialisasi ke sekolah -sekolah tentang Sesuai kebutuhan sekolah sendiri salah satunya bagaimana sikap santun siswa terhadap guru kalau kita lihat ini dampak dari sekolah online bermacam-macam karena tidak berinteraksi dengan guru,"ucapnya

Disini lanjut dia, Pihaknya menekankan bagaimana dampaknya dari Pernikahan dibawah umur, Sek bebas dan juga Kekerasan seksual. Maka dari itu agar sianak ini mengerti epek dari perbuatan tersebut.

"Saya disini menyampaikan bahwa angka stanting itu akibat dari pernikahan dini, epeknya ke pendidikan tentunya putus sekolah,"ujarnya

"Nah untuk kekerasan seksual sendiri sering terjadi dan dilakukan oleh orang-orang Terdekat termasuk guru di sekolah," ucapnya

Ia berharap agar kedepannya antara guru dengan walimurid untuk selalu berkoordinasi guna untuk menghindari ancaman dari luar seperti dampak game online

"Dampak game online mengandung unsur-unsur kekerasan dengan usia mereka remaja rasa ingin tahu yang tinggi biasanya ketika mereka melihat akhirnya ingin mencoba jadi kita perlu koordinasi dengan orang tua agar bisa di batasi,"harapnya

Published : Fera

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre