Breaking News

Momen Hari Bakti ADHYAKSA, Kejari Pasaman Barat Tahan Dua Tersangka Korupsi RSUD Jambak


Pasaman Barat, Figurnews.com

Peringatan hari jadi Kejaksaan atau Hari Bakti ADHYAKSA ke 62 tahun 2022 di Kejaksaan Negeri Pasaman Barat berbeda dengan tahun sebelumnya. Kejaksaan Pasbar mengukir sejarah mengungkapkan kejahatan rasuah atau tindak pidana Korupsi mega proyek pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Pasaman Barat tahun anggaran multi years yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar 20 Miliar lebih. 

Setelah melaksanakan upacara HUT ADYAKSA ke 62. Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat menetapkan tersangka dan menahan dua orang tersangka perkara dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah tahun anggaran 2018-2020 dengan pagu dana Rp134 miliar lebih.

"Kerugian akibat perbuatan mereka mencapai Rp20 miliar lebih sesuai perhitungan tim ahli yang memeriksa pekerjaan fisik proyek itu," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Andy Suryadi di Simpang Empat, Jumat Siang (21/7/2022)

Menurutnya kedua tersangka itu adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan RSUD inisiap NI dan pihak ketiga atau penghubung perusahaan dengan penentu pemenang inisial HAM.

Ia menjelaskan perkara itu terungkap dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap perencanaan pembangunan RSUD  Jambak tersebut.

Berdasarkan itulah, penyidik kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan termasuk pembangunan fisik RSUD itu.

Ia menyebutkan pada Jumat (22/7) penyidik memanggil empat saksi yakni Pengguna Anggaran inisial Y, Direktur Managemen Konstruksi inisial MY, pihak ketiga (penghubung) inisial HAM, dan PPK inisial NI.

Saat pemanggilan yang hadir dua orang yakni HHM dan NI. Setelah diperiksa dan ditemukan barang bukti yakni keterangan saksi, ahli, surat petunjuk dan keterangan tersangka maka HAM dan NI ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan.


Pihaknya juga menggunakan ahli teknis dan dua hari yang lalu telah memberikan hasil kerugian negara karena kekurangan volume senilai Rp 20.135.806.257 dari nilai kontrak 134. 859.961.000 yang dikerjakan oleh PT MAM Energindo. 

"Kedua tersangka saat ini dititipkan di rumah tahanan Polres Pasaman Barat selama 20 hari sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga telah menetapkan Direktur PT MAM Energindo inisial AA yang saat ini telah ditahan di KPK pada kasus lain.

"Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya dalam perkara ini karena perkara ini merupakan perkara mega prroyek dan melibatkan banyak pihak. Kita akan terus kejar dan ungkap tegasnya

Terhadap tersangka diancam UU Tipikor Pasal pasal 2 dengan ancaman minmal 4 tahub dan maksimal 20 tahun. Pasal 3 jo Pasal 55 UU Tipikor.*

(DOLOP)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre