Breaking News

Dua Mantan Direktur RSUD Pasbar Ditetapkan Tersangka, Satu Ditahan Satunya Lagi Dilarikan Ke Rumah Sakit

Tersangka Y Mantan Direktur RSUD PASBAR 

Pasaman Barat Figurnews.com-- Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat kembali menetapkan dua orang tersangka pada kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah setempat tahun anggaran 2018-2010 dan satu orang langsung ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana melalui Kepala Seksi Pidana Khusus dan Kasi Intel Elianto di Simpang Empat, Kamis mengatakan satu orang tersangka yang ditahan adalah  Penggunaan Anggaran kegiatan atau mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni inisial Y.

Sedangkan satu orang tersangka lagi mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial BS saat akan dilakukan penahanan usai menjalani pemeriksaan kesehatan  mengalami shock dan pingsan.

Tersangka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi untuk penanganan medis lebih jauh. 

"Hari ini kami kembali menahan dua orang tersangka yang merupakan Penggunaan Anggaran kegiatan atau mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni inisial Y dan BS. Dengan demikian sampai hari ini sudah empat orang tersangka ditahan," katanya.

Ia mengatakan pada proyek RSUD senilai Rp134 miliar itu kerugian negara mencapai Rp20 miliar lebih sesuai perhitungan tim ahli yang memeriksa pekerjaan fisik proyek itu.

Menurutnya perkara itu terungkap dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap perencanaan pembangunan RSUD itu.


Berdasarkan itulah, penyidik kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan termasuk pembangunan fisik RSUD itu.


Ia menyebutkan hari ini empat orang dipanggil sebagai saksi yakni tiiga orang Pengganaan Anggaran inisial Y, BS dan H serta Direktur Managemen Konstruksi inisial MY.


Sedangkan yang hadir hanya dua orang yakni Y dan BS. Setelah diperiksa dan ditemukan barang bukti yakni keterangan saksi, ahli, surat petunjuk dan keterangan tersangka maka Y dan BS ditetapkan tersangka dan satu orang dilakukan penahanan.


Terhadap perkara itu, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat juga menggunakan ahli teknis dan beberapa hari yang lalu memberikan hasil kerugian negara karena kekurangan volume senilai Rp 20.135.806.257 dari nilai kontrak 134. 859.961.000 yang dikerjakan oleh PT MAM Energindo. 

"Satu tersangka saat ini dititipkan di rumah tahanan Polres Pasaman Barat selama 20 hari sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor," ujarnya.

Sebelumnya pihak KPK telah menetapkan Direktur PT MAM Energindo inisial AA yang saat ini telah ditahan pada kasus lain. Sebelumnya kontraktor pelaksanaan Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril (AA) sudah terlebih dahulu ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada operasi tangkap tangan dalam kasus atas dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat.  yang juga menyeret Wali Kota Bekasi, inisial RE sebagai tersangka pada 6 Januari 2022 lalu.

Kejaksaan Negeri Pasbar terus ngebut membongkar skandal penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan keuangan negara pada megaproyek RSUD Jambak tersebut. Pada Jumat (22/6) lalu Kejaksaan Negeri Pasaman Barat juga telah menahan Pejabat Pembuat Komitmen kegiatan inisial NI dan penghubung rekanan inisial HM.

"Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya dalam perkara ini karena perkara ini merupakan perkara mega proyek dan melibatkan banyak pihak. Kita akan terus kejar. Kita juga menemukan dugaan suap dan gratifikasi pada kasus ini," tegasnya 

Terhadap tersangka diancam UU Tipikor Pasal pasal 2 dengan ancaman minmal 4 tahub dan maksimal 20 tahun. Pasal 3 jo Pasal 55 UU Tipikor.

( DOLOP)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre