Breaking News

Dikejagung RI, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Muba Minta Tuntaskan Kasus OTT


JAKARTA, Figurnews.com- Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), Sumatera Selatan (SumSel)  melakukan aksi Demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI),  Rabu (20/7/2022) .

Dalam aksinya , puluhan masa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Muba disambut baik oleh Humas bagian hubungan Lembaga Kejagung RI, Widiyanto.


Selaku koordinasi lapangan (koorlap) Arrahman Wahid mengatakan bahwa, aksi Demonstrasi hari ini sama seperti  yang dilakukan didepan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (19/7/2022) kemarin. 

"Kami meminta  kepada yang mulia Kejagung RI  untuk  menuntaskan kasus  OTT di Kabupaten Muba pada tahun 2021 yang lalu tanpa terkecuali, " Ujarnya.

Kemudian lanjut Arrahman Wahid, adapun  tuntutan yang disampaikan kepada Kejagung RI  hari ini yakni, Meminta kepada yang mulia Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk koordinasi dengan KPK RI terkait kasus Tindak Pidana Korupsi di Kabupaten Musi Banyuasin, yang patut kami duga ada keterlibatan sekretaris daerah yang sekarang menjabat  sebagai Pj Bupati Muba sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Pj Bupati Muba yang ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri melalui surat keputusan No : 131.16-1231 Tahun 2022/ tentang pengangkatan pejabat Bupati Muba, Provinsi Sumatera Selatan.

Kami selaku generasi muda  Kabupaten Muba merasa was - was, dapat kita bayangkan bersama, “MASAK IA ORANG YANG DIDUGA BANYAK PERMASALAHAN DI

MASA LALU MAUPUN DI MASA SEKARANG DI TUNJUK MENJADI PJ BUPATI”.

ASN di Muba  akan merasa harap - harap cemas dikarenakan dipimpin orang yang diduga terlibat kasus kasus korupsi. Seperti, dalam fakta persidangan kasus OTT PUPR Muba Tahun 2021 di Pengadilan Negeri Palembang. 

Nama Pj Bupati Muba disebut oleh saksi Daud Amri sebagai Kabag ULP Muba telah mengungkapkan Pj Bupati pada saat itu sebagai Sekda  menerima uang sebesar 50 juta, ditambah lagi di sidang pembacaan pledoi Herman Mayori dan Edy Umary nama Pj Bupati Muba pada saat itu sebagai Sekda  Kabupaten Muba disebut meminta kepadanya secara langsung uang untuk memenuhi permintaan pribadi diluar pemerintahan, sebesar 250 juta. lalu, Herman Mayori perintahkan Edy Umary selaku PPK untuk menemuinya dan direalisasikan Edy Umary sebesar 200 juta dan juga kami menduga banyaknya tekanan tekanan yang dialami ASN Muba pada saat itu untuk mengikuti instruksi beliau selalu Sekda agar dapat melakukan Penyimpangan - penyimpangan dalam melaksanakan pekerjaan agar dapat menutupi permasalahan beliau dimasa lalu.

Maka, patut kami duga ada indikasi keterlibatan Pj Bupati Muba di kasus OTT Muba 2021 dan masalah lainnya.

Pj Bupati Muba kami duga juga ada keterlibatan di kasus Bansos provinsi Sumsel Tahun 2013. Tentunya dengan adanya Persoalan persoalan ini  kami Aliansi  Pemuda dan Mahasiswa Muba  moral Kabupaten Muba sedang di injak injak.

Dengan ditunjuknya sekda Muba sebagai Pj Bupati Musi Banyuasin. Maka, kami dengan tegas meminta kepada yang mulia Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk dapat mengambil langkah-langkah tegas dan konkrit untuk menindaklanjuti terkait kasus tahun 2013 yang kami duga ada keterlibatan PJ Bupati Muba dan juga meminta kepada yang mulia untuk kolaborasi dengan KPK RI dalam menuntaskan kasus korupsi di Kabupaten Musi Banyuasin, demi Kabupaten kami ini bebas dari korupsi masyarakat Sejahtera ASN pun bekerja dengan nyaman dan damai," Pungkasnya.(Dr)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre