Breaking News

Wisuda Tahfiz, Bupati Agam Angkat 3 Penghafal Alquran Jadi Anak Asuh

 


Agam, Figurnews.com – Bupati Agam menghadiri Wisuda Tahfiz belasan santri Sabtu (7/5) pagi, di Masjid Jami’ Tuanku Nan Renceh Jorong Bansa, Nagari Persiapan Kampuang Tangah Anam Suku, Kecamatan Kamang Magek. 

Belasan santri dan santriwati itu adalah para penghafal Alquran. Mereka tengah melakukan prosesi wisuda setelah dinyatakan lulus pada ujian tahfidz.

Salah seorang peserta wisuda Restia Alyanti Januar Latif, santriwati lulusan MTI YATI Kamang Mudiak, sejak usia 13 bulan ia harus menerima kenyataan pahit. Ia menjadi yatim setelah ditinggal sang ayah, hal itu membuat empati Bupati AWR tertuju kepadanya. 

Ditinggal sejak belia tidak membuat Restia patah semangat. Ia justru bertekad membanggakan kedua orang tuanya dengan bercita-cinta menjadi seorang penghafal Alquran. Bahkan, ia memupuk mimpi untuk bisa menuntut ilmu di perguruan tinggi.

“Restia harus sabar menjalani lika-liku kehidupan ini, semangatlah untuk menggapai masa depan yang cerah,” pesan bupati. 

Tak jauh berbeda, Zahra Kemala Sari, siswi kelas 3 MTI Tarusan. Kondisi himpitan ekonomi orang tuanya tidak membuat ia menjadi anak yang pasrah dengan kehidupan. Ia justru memperkuat keyakinan bahwa Alquran yakin bisa menghantarkan masa depan yang cerah baginya dan keluarga.

Demikian juga dengan Rahmi Agustina, penghafal Alquran dari LTPQ Darussalam di Musholla Atap Seng, Jorong Batu Basa, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, juga mendapatkan kesempatan yang sama. Ketiganya kini mendapatkan berkah Rupanya keyakinan itu tidak meleset. Hafalan ayat suci Alquran telah mempertemukannya dengan Bupati Agam. Ketiga peserta wisuda tersebut diangkat orang nomor satu di Kabupaten Agam sebagai anak asuh, bahkan bakal dikuliahkan hingga meraih gelar sarjana, oleh bupati yang akrap disapa AWR.

Sebagai seorang dosen, Dr. H. Andri Warman, MM insaf benar kalau pendidikan adalah kunci meraih kesuksesan. Untuk itu, ia sangat serius membenahi sektor pendidikan dan SDM di Kabupaten Agam.

“Untuk mencapai pendidikan tinggi sudah semestinya diawali dengan tekad dan kemauan yang kuat. Dikatakan, gagal atau berhasilnya seseorang ketika seseorang berani melakukan sesuatu aksi. Lakukanlah sesuatu dalam hidup, karena jika kita melakukan akan ada hal yang terjadi berhasil atau gagal, tetapi jika kita tidak mau melakukan sesuatu berarti itu sudah pasti sebuah kegagalan,” ujarnya

“Kunci hidup ini harus pantang menyerah, dimana ada kemauan disitu Insha Allah pasti ada jalannya, untuk itu berusahalah dan jangan menyerah demi masa depan cerah”, pungkas beliau. (Fuad) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre