Breaking News

Universitas Sriwijaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Nutrisi dan Makanan Ternak



Palembang, Figurnews.com

Universitas Sriwijaya (Unsri) menambah satu lagi Guru besar Bidang Nutrisi dan Makanan Ternak. Sidang Senat Terbuka di gelar di gedung Pascasarjana,Jum'at (24/06/2022).

Prof Dr Ir Armina Fariani Msc Fakultas Pertanian dengan judul orasi "Strategi peningkatan produksi sapi potong di Indonesia”.

Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, IPU., ASEAN. Eng. mengatakan bahwa akan terus mengejar semaksimal mungkin untuk menambah guru besar dan meyakini akan tercapai

"Seperti yang saya sampaikan itu bahwa untuk PTN-BH salah satu syarat yang harus dipenuhi itu guru besarnya itu mesti banyak, Kita targetkan 300 untuk periode akan datang,di sisa saya hanya sekitar setahun lebih lagi ini akan saya kejar semaksimal mungkin dan saya yakin dapat,"ucap Anis, Jum'at (24/06/2022)

Karena itu Ia Yakin Lanjutnya, Dosen yang sudah siap menjadi guru besar sudah ratusan dan prosesnya tidak lama hanya memakan waktu sekitar satu tahun.

"Karena dosen yang sudah masak kalau di ibaratkan buah itu tinggal nunggu runtuhnya saja itu sekitar 450 kalau semuanya mengusulkan anggaplah prosesnya setahun akan terpenuhi karena sudah Lektor kepala KUM nya sudah terkumpul banyak,"ujarnya

Untuk kebutuhan PTN-BH paling tidak 850 Guru besar sedangkan Unsri sudah masih perlu mengejar Guru besar paling tidak 230 lagi dari target yang di tentukan. "Nah disisa masa jabatan saya mendapatkan 100 lagi guru besar itu sudah cukup bagus," jelasnya

Yang sering jadi Permasalahan Kata Anis, untuk menjadi Guru besar itu di publikasi Jurnal karena dahulu kala syarat itu tidak terlalu di butuhkan sementara sekarang publikasi Jurnal termasuk syarat wajib.

"Yang banyak nyangkut itu untuk seluruh Indonesia ini adalah Publikasi Jurnal karena kita tidak terbiasa, dulu jurnal tidak wajib nah sekarang diwajibkan dan kelabakan semua,"kata Anis

Padahal menurut dia, Publikasi Jurnal merupakan sebagai Eksistensi Perguruan tinggi dan juga untuk Publikasi bidang ke ilmuwan perguruan tinggi tersebut secara mendunia apabila jurnalnya dalam bahasa Inggris. 

Namun Dosen di Indonesia sering tersandung dalam Bahasa Inggris di tambah lagi Penulisan masih belum maksimal ketika bersaing dengan Jurnal di luar Negeri tentu nilai berada di urutan bawah.

"Itu juga kita banyak dosen-dosen di seluruh Indonesia ada masalah dibahasa Inggris sudah penulisannya bermasalah Inggrisnyo juga bermasalah ,"urai Anis

Published : Fera


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre