Breaking News

Sekaitan Dugaan Penggelapan Dana Yayasan, Jhon Rafki Angkat Bicara...



Padang (Sumbar), Figurnews.com -- 

Yohandes, SH Ketua Yayasan STIKES Perintis, melaporkan dua orang karyawanya ke Polda Sumbar dengan Laporan Polisi No Pol : LP/B/XII/2021/SPKT-Sbr, yang diduga melakukan penggelapan dana yayasan tersebut, Jumat 10 Desember 2021.

Namun proses ini baru dilakukan proses penyidikan No. Pol : SP. Sidik /72/III/2022/Ditreskrimum Sbr tanggal 8 Maret 2022. Serta memanggil dua orang diduga melakukan penggelapan dana Yayasan Stikes Perintis dilakukan pemanggilan dalam meminta keterangan pada tanggal 22 Mei 2022 sekaitan persoalan tersebut.


Dari informasi dari narasumber yang dipercayakan membenarkan tentang pemanggilan dua orang yang diduga melakukan pengelapan dana Yayasan STIKES Perintis. 

Namun tudingan tersebut dibantah oleh yang bersangkutan, bahkan secara gamblang mnceritakan kronologis yang sebenarnya yang terjadi. Hal itu dibuktikan dengan membuat surat Laporan Penggelapan Dana Yayasan Perintis Padang kepada Bapak Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Ini bunyi Surat Laporan tersebut beserta tembusannya keberbagai instansi terkait.

Laporan Penggelapan Dana Yayasan Perintis Padang

Hal    : Laporan Padang, 25 Januari 2022

Lampiran     : 2 (dua)

Kepada Yth,  Bapak Kepala Kepolisian Republik Indonesia

di      Jl. Trunojoyo No.3 

     Kebayoran Baru

     Jakarta Selatan


Assalamulaikum Wr.Wb. dan salam sejahtera untuk kita semua.

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Monalisa, SE., MSi.

No. KTP :1371114303770022

Pekerjaan : Dosen

Jenis Kelamin  : Perempuan

No. Telp : 081266312687

Alamat Lengkap : Komp.Griya Altarindo Blok A1 RT 005/008, Kel Batang Kabung

                   Kecamatan Koto Tangah Padang.


Melalui surat ini, saya  salah seorang dosen di Universitas Perintis Indonesa (UPERTIS) dan juga  pernah bekerja sebagai staf keuangan  di Yayasan Perintis Padang sejak tahun 2008 s/d 2021. Dengan ini melaporkan  bahwa  Yayasan Perintis Padang yang beralamat jalan Adinegoro KM17 Simpang Kalumpang Kampung Jambak Lubuk Buaya Padang. Yang  seharusnya penggunaan dana  dimanfaatkan sesuai dengan Undang-Undang Yayasan yaitu untuk mencapai tujuan tertentu di bidang Sosial, Keagamaan dan kemanusiaan dan dicantumkan dalam Anggaran Dasar Yayasan untuk pengembangan pendidikan, namun dalam hal ini penggunaan kekayaan Yayasan di Lingkungan Yayasan Perintis Padang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dengan kedok meminjam uang Yayasan. Dalam faktanya peminjaman uang oleh pengurus Yayasan saat ini yaitu Yohandes, Iswandi Rafki, Irayanti, Rafnelly Rafki, Mirna, Rosa Dina dan Reni Rahmawati (semuanya adalah anak dari salah satu pendiri Yayasan Perintis Padang ). Mereka ini melakukan pengambilan dana dengan kedok pinjaman dimaksud semenjak beberapa tahun terakhir yang terus meningkat sampai dengan saat ini. Yang tercatat pemakaiannya tiga tahun terakhir yakni pertanggal 31 Agustus 2018 sebesar 14,12 Milyar, pertanggal 31 Agustus 2019 tercatat sebesar Rp 20, 79 Milyar dan pertanggal 31 Agustus 2020 tercatat sebesar 24, 51 Milyar. 

Perbuatan Pengurus Yayasan Perintis Padang dibawah kepemimpinan sdr. Yohandes bertentangan dengan UU Yayasan  No. 28 Tahun 2004 Pasal 5 ayat 1,  yang isinya menegaskan  bahwa “ Kekayaan Yayasan baik berupa uang, barang, maupun kekayaan lain yang diperoleh yang berdasarkan undang-undang ini dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung, baik dalam bentuk gaji, upah, maupun honorarium, atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang kepada pembina, pengurus dan pengawas”. 

Memperhatikan sikap dan perbuatan pengurus Yayasan Perintis Padang dibawah pimpinan sdr. Yohandes. Saya selaku penggiat aktivitas pendidikan (dosen) merasa tersentuh ketika melihat wajah-wajah mahasiswa/i yang berpengharapan dan memang merupakan generasi penerus bangsa, tentunya mereka sangat berharap masa depan yang gemilang. Sementara pengorbanan mereka untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dengan mengorbankan waktu dan biaya yang tinggi untuk mempersiapkan masa depannya hanya dimanfaatkan sebagai ladang sumber penghasilan bagi pengurus Yayasan Perintis Padang.

Dimana disamping kedok pinjaman untuk kepentingan pribadi yang tidak pernah mereka angsur melainkan selalu bertambah dari waktu ke waktu, juga terdapat pengalihan aset yayasan yang dilakukan keluarga pengurus dengan mengambil uang Yayasan untuk pembelian aset berupa tanah atas nama keluarga mereka senilai Rp 4.750.000.000,00 (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Perbuatan mereka ini telah mengganggu arus kas (cash flow) yayasan, sehingga Yayasan Perintis Padang harus melakukan peminjaman uang kepada Bank Syariah Mandiri (BSM) senilai Rp 10.000.000.000,00 ( Sepuluh Milyar Rupiah).

Disamping itu terdapat penggelapan dana  yang dilakukan oleh sdri. Rafnelly Rafki selaku wakil ketua Yayasan Perintis Padang merangkap Wakil Rektor II UPERTIS dalam penggunaan dana yayasan sebesar Rp  792.250.000,00 (Tujuh Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) melalui tiga kali pengambilan (lampiran 2)  dengan penipuan beralasan   untuk pembayaran fee atas pelaksanaan program RPL kepada  Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Provinsi  Kepulauan Riau dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, padahal dalam realisasinya tidak ada pembayaran untuk dinas tersebut diatas.

Demikian pengaduan ini saya sampaikan untuk dapat dilakukan penyelidikan tentang pennggelapan dana  Yayasan Perintis Padang oleh pengurus Yayasan Perintis Padang yang dipimpin oleh sdr. Yohandes dan sdri. Rafnelly Rafki yang telah merugikan Dunia Pendidikan dan Masyarakat. Semoga upaya kita mewujudkan masyarakat yang cerdas yang berkeadilan dapat terbangun sebagaimana mestinya. 

(rincian pemakaian uang Yayasan Perintis Padang oleh pengurus lampiran 1)

Besar harapan saya bahwa Bapak dapat menindaklajuti pelaporan ini dengan  menyelidiki kasus penggelapan dana Yayasan Perintis Padang ini, yang sangat merugikan Yayasan dan Masyarakat.

Pelapor,


Monalisa, SE.,MSi

Tembusan :

Bpk. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI di Jakarta.

Bpk. Kepala Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendibuk RI di Jakarta.

Bpk  Ketua Ombudsman RI di Jakarta.

Bpk. Kapolda Sumatera Barat di Padang.

Bpk. Kapolresta Padang di Padang.

Bpk. Kepala  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X di Padang.

Bpk. Ketua Ombusman RI Perwakilan Sumatera Barat di Padang.

 

Namun ketika awak media ini coba menghubungi Kombes Pol Stefanus Satake Bayu S Kabid Humas Polda Sumbar( 8/6/2022) tentang sejauh mana proses kasus dugaan penggelapan Dana Yayasan Perintis.

"Tentang kasus dugaan penggelapan yang bapak tanyakan, belum ada jawaban dari Dirkrimum, beliau masih di Bali, Nanti kalau sudah kembali akan saya tanyakan," Kata Kombes Pol Satake Bayu pada Figurnews.com

 


Surat Laporan ke Kapolri 

Sekaitan hal itu, Media ini mencoba konfirmasi dan klarifikasi tentang kasus yang mendera Universitas Perintis Indonesia (dulu STIKES Perintis) tentang kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Yayasan Perintis. Dan akhirnya Ketua Yayasan  Perintis mengajak media bertemu dikediamannya untuk menjelaskan titik persoalannya.

Akhirnya, Kamis sore 9 Juni 2022 Jhon Rafki sebagai Ketua Yayasan Perintis Indonesia mengundang awak media ini datang kerumahnya. 

Dalam penjelasannya, Jhon Rafki mengatakan awal mulai kejadian tentang kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh 2 orang karyawannya dan mengalami kebocoran tentang keuangan Yayasan Perintis.

"Memang saya yang mengadukan kedua karyawan saya itu ke Polda Sumbar, kira kira bulan 2 (Februari) dan itu hasil temuan dari Tim Auditor tentang ditemui kebocoran dari keuangan Yayasan Perintis,"terang Jhon Rafki pada Figurnews.com.

"Karena ada temuan dan siapa yang bermain, maka saya langsung melaporkan kedua orang tersebut pada Polda Sumbar," tambahnya lagi.

Namun ketika awak media ini mempertanyakan tentang adanya surat laporan ke Kapolri dan tembusan dari beberapa pihak terkait lainnya.

"Dalam hal ini, saya juga dilaporkan ke Tipikor(Tidak Pidana Korupsi) Polda Sumbar dan saya telah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di Tipikor Polda Sumbar. Dan beberapa pertanyaan yang dilaporkan ke Tipikor sekaitan tentang dugaan Korupsi yang saya lakukan."paparnya pada Figurnews.com.

"Perlu diketahui, Mona juga pernah memakai uang yayasan tanpa sepengetahuan saya. Dan mengakui memang ada memakai dana yayasan dan hingga saat ini belum ada kejelasannya, " imbuh Jhon Rafki.

Jhon Rafki juga menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat Polda akan gelar perkara sekaitan tentang ada dugaan pengelapan yang dilakukan oleh mereka berdua.

"Dalam waktu dekat, Polda Sumbar akan menggelar perkara sekaitan tentang dugaan penggelapan yang mereka lakukan,"ucap Jhon Rafki.

Dalam kesempata tersebut, awak media juga dalam lampiran tersebut, bahwa ada Dinas Kesehatan 3 Provinsi (Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau ) disebut-sebut menerima Fee dari Yayasan Perintis. Namun untuk kejelasan Figurnews.com akan Konfirmasi dan Klarifikasi tentang hal tersebut. Dan Figurnews.com juga akan konfirmasi dan klarifikasi pada pihak terkait tentang kasus ini. (Tim)

 

 







Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre