Breaking News

Puskesmas Talu Butuh Dokter dan Mobil Ambulans Double Gardan


Pasaman Barat,Figurnews.com

Pihak Pusat Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumatera Barat mengeluhkan kekurangan dokter.

"Puskesmas Talu butuh Dokter. Beberapa bulan lalu ada dua dokter yang tempatkan  di Puskesmas Talu. Satu dokter status PNS sudah pindah tugas ke Payakumbuh. Sementara dokter Chaerena Amri yang statusnya CPNS yang ditempatkan di Talu, sebulan lalu minta cuti persalinan. Sekarang hanya satu lagi yaitu Dokter Welly yang masih melayani statusnya masih THL " kata  Syafri Elva, SST Kepala Puskesmas Talu saat di konfirmasi pada Senin (13/6).

Eva mengatakan, akibat tidak ada dokter yang bertugas ditempatnya, pelayanan kesehatan masyarakat sedikit agak menjadi terganggu. 

Untuk sementara kata Eva, pihak Puskesmas Talu dalam melayani kesehatan masyarakat, mengandalkan tenaga perawat dan bidan saja. 

“Untuk pelayanan kepada masyarakat, kami mengandalkan perawat dan bidan yang ada. Jika ada yang sifatnya urgen kita konsultasi dengan dokter Welly. Namun  jika tidak tertangani, pasien kita rujuk ke pasilitas Rumah Sakit yang lebih lengkap,” jelasnya.  

“Kalau ada yang urgen, kita merujuk pasiennya ke rumah sakit di RSUD Pasbar atau Yarsi Simpang Empat,” urainya lagi.

Meski demikian, semua pasien yang berkunjung dapat terlayani dengan baik. Meski kondisi tenaga kesehatan yang ada di puskesmas itu hanya memiliki satu dokter THL dengan beberapa orang tenaga medis PNS dan non PNS kontrak atau THL.

"Keterbatasan tenaga kesehatan tidak mengurangi arti dari usaha kami melakukan penanganan pelayanan bagi pasien yang berkunjung," katanya.

"Saat ini Puskesmas Talu menyediakan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang buka 24 Jam. Dilengkapi fasilitas ruang rawatan sebanyak 10 ruang. Pelayanan rawat jalan serta pelayanan Poned atau persalinan dan Apotik," tambah Eva.

Ditambahkan Eva, beberapa bidan desa diwilayah kerja Puskesmas juga rutin melakukan pelayanan pada masyarakat di masing-masing Jorong. 

Kedepan selaku yang diamanahkan memimpin Puskesmas ini, tentu ada beberapa harapan yang sangat perlu mendapat dukungan, baik dari Pemerintah Nagari Talu dan Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.

"Terutama untuk menempatkan kembali dokter Chaerena masih cuti atau minta nota dinas di Puskesmas lainnya" sebutnya.

"Kami bermohon kepada Dinas Kesehatan untuk menempatkan dua orang dokter yang bersedia berdomisili di Talu. Apalagi Puskemas Talu sudah dilengkapi fasilitas rumah dinas ". katanya.

"Sejak sebulan terakhir hingga sekarang  dokter Chaerena belum datang begitu juga dokter pengantinya. Semoga dibulan depan akan dapat terisi sebagaimana mestinya," harap Eva.

Kekurangan lain yang masih dirasakan oleh Eva selaku Kapus Puskesmas Talu adalah  mobil Ambulans jenis doble gardan atau mobil gardan ganda.

"Mobil Ambulans doble gardan yang lama sudah rusak. Sekarang tidak layak jalan lagi, hal ini menghambat pelayanan Ambulans ke daerah Tombang Nagari Sinuruik yang musti menggunakan mobil gardan ganda" jelas Eva.

Untuk menuju kesana butuh waktu yang lumayan lama, karena jalannya belum diaspal, musti melewati tanjakan yang tinggi dan turunan yang terjal. Bahkan menyeberang aliran sungai. Ini hambatan pelayanan kesehatan khususnya membawa pasien yang gawat darurat dari daerah perbukitan itu" imbuhnya.

Sementara itu Jhon Hardi SKM Kepala   Dinas Kesehatan Pasaman Barat saat ditemui di Simpang Empat Senin (20/6) membenarkan jika Puskesmas  Talu lagi kekosongan dokter. 

“Sudah lama juga kekosongan dokternya. Ada beberapa bulan terakhir,” ucapnya. 

Jhon Hardi menyampaikan, pihaknya sudah mengambil langkah terhadap kekosongan dokter Puskesmas Talu. 

“Sampai sekarang Kita masih mencari dokter untuk ditempatkan disana, namun belum ada dokter yang mau bertugas kesana,” tuturnya.

Sementara Andre Afandi, STTP Camat Talamau berharap juga Puskesmas Talu yang butuh dokter untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang baik di Puskesmas untuk masyarakatnya.

"Tenaga medis di Puskesmas Talu untuk dapat memadai atau mencukupi pelayanan dan dokternya diharapkan berada di tempat sesuai dengan SOP" Pungkasnya 

Andre pun mengharapkan agar kekosongan dokter di Puskesmas Talu segera terisi, mengingat masalah kesehatan ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat.  “Apalagi Talu inikan lumayan jauh dari Rumah Sakit rujukan,” ucap Andre.

Sementara Edi warga Talu juga mengeluhkan kekosongan dokter di Puskesmas tersebut.

“Sudah sebulan lebih Puskesmas Talu kekosongan dokter, semestinya punya minimal dua dokter jaga yang standby 24 Jam sehari semalam secara bergantian"

"Kami menunggu dokter yang bersedia mengabdi di Puskesmas Talu. Apalagi statusnya PNS atau CPNS yang wajib bersedia ditempatkan dimana pun berada. Jika dokter status THL tentu hanya bisa melayani selama jam kerja kantor Puskesmas." sebutnya.

"Jika ada pasien datang di malam hari saat urgen butuh untuk dirujuk, tentu perlu keterangan rujukan dokter.  Begitu juga pasien rawat jalan yang menggunakan pelayanan BPJS musti di ketahui dokter Falkes tingkat pertama yaitu Puskesmas" tuturnya.

"Pelayanan kesehatan apa yang bisa dilakukan oleh perawat kalau dokternya tidak ada. Pertanggungjawabnya gimana?. Pertanggungjawaban seperti apa. Fasilitas nya ada tapi dokter tidak adah?. Beginikan suatu kendala pelayanan kesehatan" tandasnya mengakhiri.


(Dodi Ifanda Rang Talu )

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre